Diplomat Norwegia, Terje Rod-Larsen, arsitek utama Perjanjian Oslo 1993, terseret skandal korupsi dan pemerasan.
Dokumen baru mengungkap keterlibatannya dengan jaringan Jeffrey Epstein, pelaku kejahatan seks.
Rod-Larsen dituduh memfasilitasi visa bagi korban Epstein dan terdaftar untuk pembayaran $10 juta.
Palestina mempertanyakan apakah proses perdamaian dirancang oleh diplomat yang bisa diperas.
Mona Juul, istri Rod-Larsen, mengundurkan diri dari jabatannya sebagai duta besar Norwegia.
Palestina kini mempertanyakan apakah perjanjian Oslo dinegosiasikan oleh mediator yang rentan terhadap tekanan.
Rod-Larsen dituduh menggunakan posisinya di International Peace Institute (IPI) untuk mencuci nama rekanan Epstein.
Ia diduga membuat surat rekomendasi untuk visa wanita Rusia, yang ternyata korban perdagangan seks.
Epstein meminjamkan Rod-Larsen $130.000 pada 2013, dan mewariskan $10 juta untuk anak-anaknya.
Mustafa Barghouti dari Palestinian National Initiative menyebut Oslo sebagai jebakan dan Rod-Larsen dipengaruhi Israel.
Dokumen mengungkap hubungan Epstein dengan tokoh Israel, termasuk Ehud Barak.
Ada juga dana Epstein untuk kelompok Israel seperti Friends of the IDF dan Jewish National Fund.
Kasus ini memicu seruan untuk membuka arsip pribadi Rod-Larsen terkait negosiasi 1993.





















