Bank sentral AS, Federal Reserve, memutuskan untuk mempertahankan suku bunga stabil di angka 3,5 hingga 3,75 persen. Keputusan ini diambil di tengah tekanan politik dari Presiden Trump. Fed juga mewaspadai ketidakpastian ekonomi yang masih tinggi.
Keputusan ini diambil pada pertemuan pertama Fed di tahun 2026. Sebelumnya, banyak pihak memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga. CME FedWatch memperkirakan ada lebih dari 97 persen peluang The Fed akan menahan suku bunga.
Alasan The Fed mempertahankan suku bunga adalah karena ekonomi AS menunjukkan tanda-tanda stabil. Pasar tenaga kerja juga mulai menunjukkan perbaikan meski pertumbuhan lapangan kerja masih rendah.
Ekonomi AS menciptakan 584.000 pekerjaan di tahun 2025. Ini adalah pertumbuhan lapangan kerja tahunan terendah sejak 2003. Namun, ada tanda-tanda pemulihan di bulan Desember.
Meski begitu, ada juga ancaman terhadap pasar tenaga kerja. Beberapa perusahaan besar seperti Amazon dan UPS mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran. PHK ini sebagian disebabkan oleh peningkatan penggunaan kecerdasan buatan (AI).
Selain itu, potensi penutupan pemerintah juga menjadi ancaman. Jika pemerintah tutup, pekerja federal tidak akan menerima gaji dan pengeluaran bisa melambat.
Presiden Trump telah berulang kali mendesak The Fed untuk menurunkan suku bunga. Namun, Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan independensi bank sentral. Powell juga menolak penyelidikan kriminal terhadap dirinya.
Powell menyebut penyelidikan itu sebagai “dalih” untuk menekannya. Ia mengatakan The Fed akan menetapkan suku bunga berdasarkan penilaian terbaik mereka.
Dalam konferensi pers setelah keputusan suku bunga, Powell berpesan kepada penggantinya untuk “menjauhi politik”. Ia juga membela kehadirannya di sidang Mahkamah Agung terkait kasus Gubernur Fed Lisa Cook.
Sementara itu, masa jabatan Gubernur Fed Stephan Miran akan berakhir minggu ini. Trump menunjuk Miran untuk mengisi kursi yang kosong sementara mencari pengganti permanen.
Trump secara terbuka menyerukan penurunan suku bunga lebih lanjut dan menginginkan ketua The Fed yang sejalan dengan pandangannya.
Tekanan politik terhadap The Fed juga menjadi perhatian bank sentral global. Gubernur Bank of Canada Tiff Macklem mengatakan independensi The Fed sangat penting bagi semua negara. Canada sendiri memutuskan untuk menahan suku bunga mereka.
Seperti yang dilansir dari Al Jazeera, Macklem termasuk di antara kepala bank sentral yang mendukung Powell.





















