Pemerintah kembali menyalurkan bantuan logistik ke wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi. Pada Minggu, 16 Agustus 2026, tambahan 25 ton bantuan logistik telah tiba di lokasi-lokasi terdampak, menandai hari kedua penanganan pascabencana.
Total Bantuan Mencapai 52 Ton
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa dengan penambahan 25 ton ini, total logistik yang telah dikirimkan untuk membantu masyarakat terdampak mencapai 52 ton. Angka ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam merespons bencana.
Ragam Bantuan dan Distribusi
Bantuan logistik yang dikirimkan untuk masyarakat NTT meliputi:
- Makanan siap saji
- Air minum
- Sembako
- Obat-obatan
- Peralatan kesehatan
- Tenda
- Air bersih
Pendistribusian bantuan dilakukan melalui jalur darat, pesawat, dan helikopter untuk menjangkau berbagai wilayah terdampak, termasuk Labuan Bajo, Maumere, Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Sikka, Ende, dan Nagekeo. Upaya distribusi yang beragam ini menunjukkan komitmen untuk memastikan bantuan sampai ke seluruh pelosok.
Pejabat Turun Langsung ke Lapangan
Teddy juga mengungkapkan bahwa sejumlah pejabat terkait telah berada di lokasi terdampak sejak hari pertama gempa, memimpin langsung penanganan pascabencana. Langkah tanggap ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi dan bantuan segera menjangkau lokasi.
Menurut Teddy, pemerintah terus bergerak memastikan kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi dan bantuan tiba hingga ke lokasi. Kehadiran negara sejak masa tanggap darurat hingga proses pemulihan menjadi prioritas, guna memastikan perlindungan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Keprihatinan Presiden Prabowo dan Instruksi Penanganan
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menyampaikan keprihatinan mendalam atas gempa yang melanda NTT. Ia memastikan pemerintah terus bergerak memberikan penanganan dan bantuan bagi masyarakat.
Melalui akun Instagram pribadinya, Prabowo mengumumkan bahwa pemerintah telah mengirimkan 50 ribu paket bantuan sembako pada 15 Agustus. Ini adalah langkah awal yang signifikan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga.
“Hati dan doa kami bersama saudara-saudara kita di NTT, yang sedang berduka akibat gempa bumi. Untuk membantu meringankan langkah di masa sulit ini, 50.000 paket bantuan sembako telah kami berangkatkan pada 15 Agustus kemarin,” tulis Prabowo.
Selain bantuan logistik, Presiden Prabowo juga telah menginstruksikan jajaran pemerintah terkait untuk turun langsung ke wilayah terdampak. Jajaran tersebut meliputi Menko PMK, Mendagri, Menteri PU, BNPB, Basarnas, serta tim Bulog, PLN, Pertamina, dan Telkom. Tujuannya adalah memastikan penanganan darurat berjalan cepat dan maksimal.
Prabowo menegaskan bahwa keselamatan masyarakat dan pemenuhan kebutuhan dasar menjadi prioritas utama pemerintah dalam penanganan pascagempa. “Keselamatan dan kebutuhan dasar warga adalah hal yang paling utama saat ini. Pemerintah akan terus berupaya yang terbaik untuk memulihkan keadaan,” pungkasnya.






















