Gelombang kekerasan melanda Meksiko setelah Nemesio Ruben Oseguera Cervantes, alias “El Mencho”, pemimpin kartel narkoba paling kuat, tewas dalam operasi militer.
Oseguera tewas dalam baku tembak dengan tentara di Tapalpa, Jalisco. Pemerintah Meksiko mengonfirmasi kematiannya, yang memicu aksi pembakaran mobil dan blokade jalan di beberapa negara bagian.
Guadalajara, yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA, menjadi kota mati. Warga sipil bersembunyi dan bandara dipenuhi kepanikan.
Gubernur Jalisco, Pablo Lemus, meminta warga untuk tetap di rumah dan menangguhkan transportasi umum. Sekolah diliburkan di beberapa negara bagian.
Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, memuji pasukan keamanan dan menyerukan ketenangan. Koordinasi dengan pemerintah negara bagian terus dilakukan.
Oseguera, 59 tahun, adalah gembong narkoba besar yang ditangkap setelah Joaquin “El Chapo” Guzman dan Ismael Zambada.
Operasi penangkapan didukung informasi dari AS. Empat anggota Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG) tewas dan dua lainnya saat dipindahkan.
Dua orang ditangkap, kendaraan lapis baja, peluncur roket, dan senjata disita. Tiga anggota angkatan bersenjata terluka.
AS dan Kanada mengeluarkan peringatan perjalanan. Beberapa maskapai membatalkan penerbangan ke Puerto Vallarta dan Guadalajara.
Oseguera mendirikan CJNG sekitar tahun 2007. FBI menganggapnya organisasi perdagangan narkoba terkuat di Meksiko.
Kematian Oseguera bisa memicu perebutan kekuasaan di antara faksi-faksi kartel. Analis mendesak militer untuk bertindak cepat.
Mantan kepala operasi internasional DEA, Mike Vigil, mengatakan pemerintah AS perlu mengurangi permintaan narkoba di dalam negeri.
Ratusan ribu senjata masuk dari AS ke Meksiko setiap tahun, memperparah masalah ini.





















