Pekan ini, dunia siber kembali diwarnai oleh serangkaian insiden yang menunjukkan bahwa serangan siber yang merugikan tidak selalu harus canggih. Banyak di antaranya justru memanfaatkan celah-celah yang terkesan sepele, seperti layanan yang terekspos, bug lama yang muncul kembali, hingga penyalahgunaan sesi peramban. Ini semua membuktikan bahwa akses yang sudah ada dan asumsi pertahanan yang lemah seringkali menjadi pintu masuk utama bagi para penyerang. Intinya, bukan soal sihir, melainkan deretan celah kecil yang pada akhirnya memicu masalah besar.
Salah satu sorotan utama minggu ini adalah dugaan keterlibatan kelompok peretas yang berafiliasi dengan Tiongkok (APT) dalam eksploitasi kerentanan baru di VMware vCenter. Serangan ini memanfaatkan CVE-2026-59310, sebuah kerentanan directory-traversal dengan skor CVSS 9.8 yang























