PSM Makassar lagi-lagi harus menghadapi sanksi dari FIFA. Sanksi ini berupa larangan transfer pemain selama tiga periode.
Ini bukan kali pertama PSM terkena sanksi serupa. Sebelumnya, klub berjuluk Juku Eja ini juga pernah mengalami hal yang sama.
Menurut data di laman resmi FIFA, sanksi ini berlaku mulai 29 Januari 2026. Tentu ini jadi masalah besar bagi PSM.
Apalagi, saat ini sedang berlangsung bursa transfer pemain paruh musim. Semua tim sedang berusaha memperkuat skuadnya.
PSM jadi tidak bisa merekrut pemain baru. Mereka juga tidak bisa mendaftarkan pemain yang sudah ada.
PSM harus segera menyelesaikan sanksi ini jika ingin belanja pemain. Bursa transfer paruh musim akan ditutup 6 Februari 2026.
Pelatih PSM, Tomas Trucha, memberikan tanggapannya soal sanksi ini. Ia memilih untuk tetap tenang.
Trucha mengatakan pertanyaan soal sanksi ini sebaiknya ditujukan ke manajemen tim. Menurutnya, manajemen lebih tahu soal masalah ini.
“Saya lebih percaya pertanyaan ini lebih diberikan kepada manajemen,” kata Trucha saat konferensi pers.
Meski begitu, Trucha yakin manajemen akan segera menyelesaikan masalah ini. Ia berharap PSM bisa segera bermain dengan kekuatan penuh.
“Saya percaya dan mereka sadar bekerja untuk menyelesaikan hal tersebut supaya kita full time di laga berikutnya,” terangnya.
Sanksi FIFA ini jadi tantangan berat bagi PSM Makassar di tengah upaya mereka untuk bersaing di kompetisi musim ini.





















