Jakarta – Setelah berjibaku memulihkan sistem kelistrikan utama di Flores, PT PLN (Persero) kini mengalihkan fokusnya ke wilayah-wilayah terpencil yang tak kalah parah terdampak bencana. Pulau Palue di Kabupaten Sikka dan Golo Lebo di Kabupaten Manggarai Timur menjadi prioritas utama. Langkah ini menunjukkan komitmen PLN untuk memastikan setiap sudut negeri mendapatkan akses listrik kembali, terutama setelah didera musibah.
Menurut General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan (UIK) Dwipantara, Rita Triani, perhatian serius PLN saat ini memang tertuju pada daerah-daerah terisolir tersebut. Ambil contoh Pulau Palue, yang sebelumnya mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 760 kilowatt (kW) lengkap dengan sistem baterai dan genset bergerak berdaya 2×150 kW. Sayangnya, guncangan gempa yang dahsyat telah merusak beberapa komponen PLTS dan baterai, membuat pasokan listrik ke masyarakat terhenti total.
Menyikapi kondisi darurat ini, PLN tak tinggal diam. Tim pemulihan segera diterjunkan untuk memeriksa dan memperbaiki PLTS, sistem baterai, serta genset bergerak yang rusak. “Untuk Pulau Palue, sambil memperbaiki PLTS dan baterai yang mengalami kerusakan, kami memastikan kesiapan genset sebagai pasokan sementara agar masyarakat bisa kembali menikmati listrik secepat mungkin,” jelas Rita. Ini adalah langkah cepat PLN agar warga tidak terlalu lama hidup dalam kegelapan.
Namun, proses pemulihan di Pulau Palue bukan tanpa rintangan. Lokasi pulau yang terpisah dari daratan utama Flores memaksa pengiriman personel, peralatan, bahkan genset harus menempuh jalur laut. Kendati demikian, tantangan geografis ini sedikit pun tidak menyurutkan semangat PLN. “Akses menuju lokasi memang menjadi tantangan, tetapi tim kami terus bergerak membawa personel dan peralatan yang dibutuhkan. Kami ingin pemulihan tidak hanya berlangsung cepat, tetapi juga dilakukan dengan mengutamakan keselamatan sehingga sistem yang kembali beroperasi benar-benar dalam kondisi aman,” tambah Rita, menegaskan prioritas keselamatan dalam setiap langkah pemulihan.
Selain pembangkit, PLN juga menaruh perhatian besar pada perbaikan jaringan distribusi di Pulau Palue yang ikut rusak akibat gempa. Pemulihan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kondisi infrastruktur di lapangan. Sementara itu, di Golo Lebo, Kabupaten Manggarai Timur, upaya serupa juga terus digenjot. PLN berupaya keras memperbaiki PLTS berkapasitas 440 kWp yang terdampak gempa. Kabar baiknya, hingga Senin (17/8), dua sistem baterai yang rusak telah berhasil diperbaiki dan siap disambungkan kembali ke PLTS untuk menyimpan energi listrik dan segera menerangi kembali masyarakat.
Rita menegaskan bahwa PLN akan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada hingga pasokan listrik di seluruh wilayah terdampak pulih sepenuhnya. “Tim PLN akan terus bekerja sampai listrik kembali hadir dan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak dapat berangsur normal,” pungkasnya, menggarisbawahi komitmen PLN untuk mengembalikan kehidupan masyarakat ke kondisi semula, seolah bencana tak pernah terjadi.























