Royman M Hamid, seorang jurnalis advokasi, diamankan oleh aparat kepolisian pada Minggu (4/1/2025) di Morowali, Sulawesi Tengah. Penangkapan ini memicu reaksi dari berbagai pihak, termasuk pegiat media sosial Yusuf Muhammad.
Yusuf Dumdum, melalui akun X pribadinya, menyoroti penangkapan Royman. Ia membandingkan perlakuan terhadap jurnalis dengan perlakuan terhadap koruptor.
“Kalau koruptor pasti dijamin gak ada yg berani seperti ini,” tulis Yusuf, mengkritik proses penangkapan yang dinilai berlebihan.
Penangkapan Royman berlangsung dramatis dan sempat membuat panik warga Desa Torete. Suara tembakan beruntun terdengar saat kejadian.
Akun Instagram @storyrakyat_ mengunggah momen-momen penangkapan Royman. Terungkap bahwa Royman dikenal vokal dalam mengawal konflik agraria.
Ia juga aktif mendampingi perjuangan masyarakat di wilayah Morowali.
Menurut kronologi yang beredar, Royman ditangkap saat polisi mendatangi rumah Asdin, kakak dari aktivis lingkungan Arlan Dahrin.
Arlan sendiri dikabarkan telah ditangkap lebih dahulu.
Kedatangan aparat untuk menangkap Royman bersamaan dengan suara tembakan yang membuat warga panik.
Firna M Hamid, seorang saksi, menuturkan bahwa aparat sempat menodongkan senjata ke warga sipil.
Video yang beredar menunjukkan bahwa proses penangkapan ini dipimpin langsung oleh Kasatreskrim Polres Morowali.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai alasan penangkapan Royman M Hamid. Kasus ini masih terus menjadi sorotan publik.
Royman sendiri diketahui telah menjadi jurnalis di fajar.co.id sejak tahun 2024.






















