Bangsa Kurdi diyakini secara luas sebagai kelompok etnis tanpa negara terbesar di dunia. Mereka tersebar di berbagai negara di Timur Tengah, terutama di wilayah yang secara kolektif disebut sebagai Kurdistan, yang meliputi sebagian wilayah tenggara Turki, timur laut Suriah, utara Irak, barat laut Iran, dan barat daya Armenia. Selain itu, terdapat diaspora Kurdi yang signifikan di Eropa, khususnya di Jerman, Prancis, Belanda, dan Swiss.
Jumlah populasi Kurdi diperkirakan antara 30 hingga 40 juta jiwa di seluruh dunia. Mereka terhubung melalui budaya dan bahasa Kurdi yang sama, yang merupakan cabang dari bahasa Iran Barat Laut. Sebagian besar Kurdi adalah Muslim Sunni, tetapi ada juga komunitas Kurdi yang menganut Islam Syiah, Alevisme, Yazidisme, Kristen, dan agama lainnya. Sejarah bangsa Kurdi diwarnai dengan perjuangan untuk mendirikan negara sendiri, namun upaya tersebut hingga kini belum berhasil.
Di Suriah, pemerintah telah mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin oleh kelompok sekuler Kurdi. Berdasarkan perjanjian tersebut, pemerintah akan mengambil alih wilayah yang sebelumnya dikuasai oleh SDF. Meskipun demikian, bentrokan bersenjata masih terjadi di beberapa wilayah, terutama di sekitar penjara yang menampung anggota ISIS. Pemerintah Suriah juga berjanji untuk menyatukan kembali negara tersebut setelah penggulingan mantan Presiden Bashar al-Assad. Sebagai bagian dari upaya tersebut, pemerintah mengeluarkan dekrit yang mengakui bahasa Kurdi sebagai bahasa nasional dan memberikan pengakuan resmi kepada kelompok minoritas ini.
Di Turki, bangsa Kurdi merupakan sekitar 19 persen dari populasi. Mereka telah mengalami diskriminasi dan penindasan selama beberapa generasi. Partai Pekerja Kurdistan (PKK) didirikan pada tahun 1978 dengan tujuan menciptakan negara Kurdi merdeka di tenggara Turki. Kelompok ini melancarkan pemberontakan bersenjata melawan negara Turki pada tahun 1984, yang menyebabkan konflik berkepanjangan yang telah menewaskan puluhan ribu orang dan menyebabkan banyak orang mengungsi. Meskipun PKK telah menyatakan akan meletakkan senjata dan membubarkan diri, kelompok ini masih dianggap sebagai organisasi teroris oleh Turki, Uni Eropa, dan Amerika Serikat.
Di Iran, bangsa Kurdi merupakan hampir 10 persen dari populasi. Komunitas Kurdi di Iran seringkali berselisih dengan pemerintah pusat mengenai tuntutan otonomi politik serta hak-hak budaya dan bahasa. Beberapa kelompok Kurdi telah lama menentang pemerintah di wilayah barat Iran, tempat mereka menjadi mayoritas. Di Irak, bangsa Kurdi merupakan antara 15 dan 20 persen dari populasi. Mereka telah menikmati lebih banyak hak dibandingkan Kurdi di negara-negara tetangga, tetapi mereka juga menghadapi penindasan. Pemerintah Regional Kurdistan (KRG) dibentuk pada tahun 1992, dan pada tahun 2017 KRG mengadakan referendum kemerdekaan, yang ditolak oleh pemerintah pusat Irak.
Perjuangan bangsa Kurdi untuk mendapatkan pengakuan dan hak-hak mereka terus berlanjut hingga saat ini. Meskipun mereka tersebar di berbagai negara dan menghadapi tantangan yang berbeda-beda, mereka tetap bersatu melalui identitas budaya dan bahasa mereka. Situasi di Suriah dengan pengakuan bahasa Kurdi sebagai bahasa nasional dapat menjadi angin segar bagi bangsa Kurdi, meskipun masih banyak yang perlu diperjuangkan untuk mencapai kesetaraan dan keadilan yang sejati. Seperti halnya etnis minoritas di Indonesia, pengakuan terhadap budaya dan bahasa daerah menjadi penting untuk menjaga keharmonisan dan persatuan bangsa.






















