Komentar dari akun resmi Partai Gerindra terkait kasus siswa SD di NTT yang meninggal dunia menuai kritik pedas.
Kader PDIP, Jhon Sitorus, turut mengkritik respons Gerindra yang dinilai kurang sensitif.
Unggahan admin Gerindra dianggap tidak pantas dan memicu pertanyaan publik.
Hal ini terkait tanggung jawab partai politik dalam merespons tragedi yang menimpa anak-anak.
Jhon Sitorus menyampaikan kritikannya melalui akun X pribadinya.
Ia mempertanyakan keseriusan Partai Gerindra dalam menanggapi isu tersebut.
Menurutnya, komentar partai di media sosial mencerminkan sikap ketua umum.
Ia juga menyoroti pendidikan politik yang dipertontonkan partai penguasa.
Admin Gerindra sebelumnya membalas komentar warganet di unggahan video terkait tragedi siswa SD.
Warganet mengusulkan agar dana 17T digunakan untuk menggratiskan sekolah.
Gerindra membalas dengan, “Apa sih anak abah? Sudah ada sekolah rakyat, RT juga harus peka.”
Komentar ini dinilai tidak empatik dan memicu perdebatan di media sosial.
Tragedi ini menimpa siswa kelas IV SD yang ditemukan meninggal dunia diduga karena tekanan sosial dan ekonomi.





















