Kapten SC Villa David Owori Tewas Dirampok, Dunia Sepak Bola Uganda Berduka

Olahraga
Views: 6

Komunitas sepak bola Uganda tengah berduka atas meninggalnya David Owori, kapten klub Uganda Premier League Sports Club Villa dan mantan pemain tim nasional. Owori dilaporkan tewas setelah menjadi korban perampokan di ibu kota Kampala pada Selasa malam. Insiden tragis ini menambah panjang daftar kekerasan yang menimpa atlet di Uganda, memicu seruan untuk keadilan dan solusi berkelanjutan.

David Owori, yang dikenal sebagai bek kanan dan gelandang andal, diserang setelah berupaya mempertahankan ponsel dan barang-barang pribadinya di dekat kediamannya di distrik Makindye. Menurut laporan, para perampok menggunakan paving block untuk menyerang Owori, meninggalkannya dalam kondisi tak sadarkan diri sebelum melarikan diri dengan barang-barang miliknya. Kejadian ini mengejutkan banyak pihak, mengingat Owori merupakan salah satu figur penting dalam dunia sepak bola Uganda.

Racheal Kawala, juru bicara kepolisian Metropolitan Kampala, menyatakan bahwa Owori ditemukan oleh warga yang melintas dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat. Namun, karena kondisi kritisnya, ia kemudian dipindahkan ke rumah sakit lain. Sayangnya, pada hari Rabu, nyawa Owori tidak dapat tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia. Kehilangan ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga, rekan-rekan, dan para penggemar sepak bola di Uganda.

Pemain berusia 27 tahun ini memiliki karier yang cemerlang. Owori memulai karier seniornya pada tahun 2016 bersama Vipers Sports Club di Uganda Premier League. Ia juga sempat menjajal peruntungan di Eropa, bermain untuk Vélez CF di Spanyol dan Utsiktens BK di Swedia. Pengalamannya di kancah internasional juga tidak diragukan, ia pernah membela tim nasional Uganda dalam kualifikasi Piala Afrika 2021, menunjukkan dedikasi dan bakatnya di lapangan hijau.

Puncak kariernya di SC Villa terjadi pada tahun 2024, ketika ia berhasil memimpin tim meraih gelar juara Uganda Premier League untuk ke-17 kalinya, sebuah rekor yang membanggakan. Pencapaian ini tidak hanya menunjukkan kualitas kepemimpinannya sebagai kapten, tetapi juga kontribusi besarnya dalam membawa SC Villa mencapai kejayaan. Kepergiannya yang mendadak meninggalkan lubang besar di tim yang baru saja ia bawa meraih kesuksesan.

Federasi Sepak Bola Uganda (FUFA) turut menyampaikan belasungkawa mendalam. Dalam pernyataan resminya, FUFA menyebut David Owori bukan hanya seorang pesepak bola, melainkan juga seorang pemimpin dan inspirasi bagi generasinya. Sebagai kapten SC Villa, ia memimpin dengan keberanian, kerendahan hati, dan semangat. Sementara dalam balutan seragam Uganda Cranes (julukan timnas Uganda), ia mengemban harapan seluruh bangsa. FUFA menegaskan bahwa Owori adalah seorang putra, pemimpin, dan bintang yang cahayanya, baik di dalam maupun di luar lapangan, tidak akan pernah terlupakan.

Duka atas kepergian Owori juga dirasakan hingga ke tingkat parlemen. Pada hari Rabu, parlemen Uganda mengheningkan cipta selama satu menit untuk menghormati jasa-jasa David Owori. Penghormatan ini menunjukkan betapa besar dampak yang diberikan Owori, tidak hanya di dunia olahraga, tetapi juga di mata publik dan pemangku kepentingan negara.

Tragedi ini bukanlah yang pertama menimpa atlet di Uganda. Pada bulan Juni lalu, Sydney Gongodyo, seorang atlet rugbi internasional Uganda, juga meninggal dunia setelah diserang oleh massa di Kampala yang salah mengira dirinya sebagai pencuri. Dewan Olahraga Nasional Uganda (NCS) menyatakan keprihatinannya atas serangkaian tragedi yang menimpa atlet Uganda baru-baru ini. NCS berharap adanya keadilan bagi para korban dan solusi jangka panjang untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali, demi keamanan para atlet dan seluruh masyarakat.

Tags: David Owori, Kampala, SC Villa

You May Also Like

Kesaksian Pilu Siswi: ‘Saya Berdiri di Depan Guru Saat Dia Ditembak’
Sophia Laforteza Hentikan Aktivitas Bersama Katseye Akibat Masalah Kesehatan Mental

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan