West Ham Desak Penggemar Hentikan Nyanyian ‘Anti-Palestina’

Olahraga
Views: 8

Klub sepak bola West Ham United mengeluarkan imbauan tegas kepada para penggemarnya untuk menghentikan nyanyian yang mengandung pesan anti-Palestina. Imbauan ini disampaikan menjelang pertandingan kandang pertama mereka di divisi Championship, kasta kedua Liga Inggris, setelah terdegradasi dari Premier League musim lalu.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Kamis, klub yang berbasis di London timur tersebut menyatakan keprihatinannya. West Ham mengaku telah menerima laporan mengenai adanya nyanyian yang dianggap ‘menyinggung dan memecah belah’ yang dilantunkan oleh sebagian kecil suporter mereka. Insiden tersebut terjadi saat pertandingan pembuka musim melawan Burnley pada hari Minggu sebelumnya.

Pernyataan tersebut secara spesifik menyoroti bahwa nyanyian tersebut “mengandung pesan anti-Palestina”. Hal ini memicu kekhawatiran di kalangan manajemen klub mengenai citra dan nilai-nilai yang ingin dijunjung tinggi oleh West Ham.

Latar belakang munculnya nyanyian ini diduga terkait dengan salah satu rekrutan baru West Ham di bursa transfer musim panas. Klub tersebut telah mendatangkan pemain sayap internasional Israel, Manor Solomon, dari Tottenham Hotspur dengan kontrak berdurasi tiga tahun.

Kedatangan Solomon sebelumnya juga sempat menimbulkan reaksi beragam, termasuk dari penggemar sepak bola pro-Palestina yang menyayangkan keputusan West Ham. Beberapa klub lain yang merekrut pemain Israel juga menghadapi respons serupa dari basis penggemar mereka.

“Kami mendorong para suporter untuk bernyanyi dengan lantang dan bangga tentang klub sepak bola mereka serta para pemain yang mengenakan seragam merah marun dan biru – namun tidak pernah dengan cara yang menciptakan perpecahan atau menyebabkan pelanggaran di antara sesama penggemar,” demikian bunyi sebagian pernyataan West Ham.

Pernyataan klub tersebut juga bertujuan untuk “mengingatkan para suporter akan tanggung jawab yang kita semua miliki untuk merepresentasikan klub dengan cara yang benar.” Ini menunjukkan komitmen klub untuk menjaga suasana yang inklusif dan menghormati semua pihak di dalam maupun di luar stadion.

West Ham United, yang terdegradasi dari Premier League pada akhir musim lalu, dijadwalkan akan menjamu Charlton Athletic di London Stadium pada hari Sabtu. Pertandingan ini akan menjadi kesempatan pertama bagi klub untuk melihat bagaimana para penggemar merespons imbauan tersebut di kandang sendiri.

Insiden ini menggarisbawahi tantangan yang dihadapi klub sepak bola dalam mengelola perilaku penggemar, terutama ketika isu-isu geopolitik bersinggungan dengan dunia olahraga. Klub-klub seringkali harus menyeimbangkan antara kebebasan berekspresi penggemar dan kewajiban untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari diskriminasi.

Tags: Manor Solomon, Penggemar, West Ham

You May Also Like

AS Deportasi Ribuan Warga Meksiko ke Guatemala, Meksiko Protes Keras
QS Al-Hujurat Ayat 11: Larangan Mengolok-olok dan Relevansinya di Era Digital

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan