Kasus dugaan teror terhadap konten kreator dan aktivis kembali mencuat. Salah satunya dialami DJ Donny yang mengaku menerima teror.
DJ Donny mengaku diteror kiriman bangkai ayam dengan ancaman pada 29 Desember 2025.
Teror berlanjut dengan pelemparan bom molotov oleh orang tak dikenal pada 31 Desember 2025.
Ketua Umum Termul, Firdaus Oiwobo, merespons sinis laporan DJ Donny ke Polda Metro Jaya.
Laporan DJ Donny tercatat dengan nomor LP/B/9545/XII/2025/SPKT/POLDA METRO JAYA.
Firdaus menilai laporan DJ Donny berlebihan dan meragukan kebenaran peristiwa teror.
Ia juga menyinggung DJ Donny yang dianggap sering menyalahkan pemerintah dan bermain sebagai korban.
“DJ Donny baru diancam saja sudah koar-koar,” ujar Firdaus.
“Mulut lo fitnah mulu, jangan playing victim, bisa jadi itu rekayasa,” lanjutnya.
Firdaus mengklaim memahami pola yang sering digunakan dalam dunia politik dan opini publik.
Ia menduga tudingan yang diarahkan DJ Donny sengaja dibangun untuk kepentingan tertentu.
Hingga saat ini, kasus dugaan teror yang dialami DJ Donny masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan kasus ini.






















