Israel Berencana Bangun Ribuan Rumah di Dekat Yerusalem, Picu Kecaman

BeritaFeaturedInternasionalPolitik
Views: 2

Israel berencana membangun ribuan rumah pemukiman dekat Yerusalem. Langkah ini menuai kecaman karena dianggap sebagai aneksasi terselubung wilayah Palestina di Tepi Barat.

Rencana pembangunan ini secara efektif memperluas batas kota Yerusalem. Aktivis menyebutnya sebagai upaya pengambilan lahan Palestina secara ilegal.

Gubernuran Yerusalem Palestina mengecam rencana Israel tersebut. Mereka memperingatkan bahwa ini akan mengubah batas kota dan mencaplok Tepi Barat secara diam-diam.

Rencana pembangunan mencakup 2.570 unit rumah. Secara formal, pembangunan ini terkait dengan pemukiman Geva Binyamin (Adam) di Tepi Barat.

Namun, lahan yang ditunjuk terpisah dari Geva Binyamin. Lahan tersebut dipisahkan oleh jalan raya dan tembok keamanan.

Media Israel melaporkan konstruksi ini lebih dekat ke pemukiman Neve Yaakov di Yerusalem Timur. Hal ini akan menandai perluasan pertama batas Yerusalem sejak 1967.

Otoritas Palestina menyebut upaya ini sebagai upaya menyembunyikan proses aneksasi. Mereka menilai Israel menggunakan perencanaan yang menyesatkan.

Organisasi hak asasi manusia Israel, Peace Now, menyebutnya sebagai cara halus untuk menganeksasi Tepi Barat. Pembangunan ini dianggap sebagai lingkungan Yerusalem.

Proyek perumahan ini ditujukan untuk komunitas ultra-Ortodoks Israel. Persetujuan akhir masih diperlukan dari Komite Perencanaan Tinggi Administrasi Sipil Israel.

Pihak berwenang Israel semakin agresif menguasai tanah Palestina di Tepi Barat. Kabinet keamanan Israel menyetujui langkah-langkah yang memperluas kontrol keamanan.

Langkah ini mempermudah pemukim Israel membeli tanah di sana. Delapan negara Muslim mengutuk upaya Israel melegalkan perluasan pemukiman.

Lebih dari 700.000 warga Israel tinggal di pemukiman di Tepi Barat. Pemukiman ini ilegal menurut hukum internasional, sementara sekitar 3,3 juta warga Palestina tinggal di wilayah tersebut.

Pasukan Israel sering melakukan penggerebekan, penangkapan, dan pembatasan gerakan. Serangan oleh pemukim Israel terhadap warga Palestina juga meningkat.

Tags: Israel, Palestina, Yerusalem

You May Also Like

OpenAI Kembali Matikan GPT-4o Setelah Sempat Ditarik Kembali
Fajar Sadboy Diludahi, Amanda Manopo Klarifikasi

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan