Amanda Silver dari Microsoft melihat AI sebagai momen penting bagi startup. Sama seperti cloud, AI akan memangkas biaya operasional.
AI dapat mempercepat dan mempermurah berbagai tugas, seperti dukungan pelanggan dan urusan legal. Hal ini berpotensi memicu lebih banyak startup.
Startup dengan valuasi tinggi dan jumlah karyawan lebih sedikit akan menjadi tren. Era baru yang menarik, menurut Silver.
Agen AI multi-tahap banyak digunakan untuk tugas coding. Contohnya, memperbarui versi library yang digunakan dalam kode.
Sistem agentic dapat menganalisis seluruh kode dan memperbaruinya dengan lebih mudah. Waktu yang dibutuhkan bisa berkurang 70-80%.
Operasi live-site juga terbantu. Dulu, jika ada masalah di website, seseorang harus siap siaga 24/7.
Kini, sistem agentic bisa mendiagnosis dan mengatasi masalah secara otomatis. Manusia tidak perlu terjaga di tengah malam.
Waktu penyelesaian masalah juga berkurang drastis. Walau begitu, penerapan agen AI tidak secepat yang diperkirakan.
Banyak pengembang kesulitan menentukan tujuan agen AI. Perlu perubahan budaya dalam membangun sistem ini.
Penting untuk memahami tujuan bisnis dan data yang dibutuhkan agen. Ini lebih penting daripada keraguan umum terhadap agen AI.
Sistem agentic seringkali membutuhkan intervensi manusia. Contohnya, pengembalian barang yang rusak.
Model computer vision semakin canggih, mengurangi kebutuhan pengawasan manusia. Namun, beberapa kasus tetap butuh pertimbangan manusia.
Beberapa hal tetap memerlukan campur tangan manusia, seperti perjanjian legal atau deployment kode ke sistem produksi. Dikutip dari TechCrunch, Silver menyampaikan pandangannya tentang AI dan startup.




















