WNI di Indonesia Terjebak Kemiskinan: Sorotan Tajam pada Struktur Ekonomi

InternasionalNasionalSosial
Views: 3

Kisah Norida Akmal Ayob, seorang WNI yang berjuang di Lombok, NTB, menjadi sorotan. Ia mengalami kesulitan ekonomi setelah pernikahannya kandas.

Norida, yang membesarkan dua anak seorang diri, bekerja sebagai petugas kebersihan jalan dengan upah minim. Kondisi ini memperburuk kehidupannya.

Setelah menikah, Norida mengikuti suaminya ke Indonesia. Perceraian membuatnya harus berjuang sendiri tanpa dukungan keluarga di dekatnya.

Keterbatasan ekonomi membuat anak-anaknya putus sekolah. Hal ini semakin menambah beban hidup Norida dan keluarganya.

Keluarga Norida di Malaysia mengetahui kondisinya dan melapor ke pemerintah setempat. Tindakan cepat diambil oleh berbagai pihak.

Kementerian Luar Negeri Malaysia dan Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta berkoordinasi dengan otoritas Indonesia.

Proses pemulangan melibatkan verifikasi kewarganegaraan dan pengurusan dokumen perjalanan. Semua dilakukan agar pemulangan berjalan lancar.

Herwin Sudikta, seorang pegiat media sosial, melihat kasus ini sebagai masalah sistemik. Ini bukan sekadar drama rumah tangga, katanya.

Ia menilai kasus Norida sebagai “tamparan sistemik” terhadap kerentanan ekonomi. Banyak orang menyalahkan individu, padahal masalahnya lebih dalam.

Kasus ini menyoroti perlunya perhatian lebih terhadap WNI yang mengalami kesulitan di negeri orang. Struktur ekonomi yang rapuh menjadi penyebab utama.

Pemerintah diharapkan dapat memberikan solusi konkret. Tujuannya agar kasus serupa tidak terulang di masa depan.

Dukungan sosial dan program pemberdayaan ekonomi sangat dibutuhkan. Ini untuk membantu WNI yang rentan dan membutuhkan bantuan.

Kisah Norida menjadi pengingat bahwa kemiskinan dan kesulitan ekonomi bisa menimpa siapa saja. Perlu ada solusi dari akar masalahnya.

Tags: Ekonomi, Kemiskinan, repatriasi

You May Also Like

Kenapa Colokan Listrik Punya Ukuran yang Berbeda?
Apple Rilis Pembaruan Keamanan iOS 26 untuk Atasi Zero-Day

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan