Asap Tebal Karhutla Paralisis Bandara Kalbar: 500+ Penumpang Terjebak, Menhub Soroti Keselamatan Penerbangan

LingkunganNasional
Views: 13

Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat memaksa pembatalan sejumlah penerbangan di wilayah tersebut. Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa langkah ini wajib diambil demi menjamin keselamatan penerbangan, mengingat jarak pandang yang sangat terbatas.

“Kondisi di Kalimantan Barat saat ini dipenuhi asap yang menghalangi jarak pandang pilot. Beberapa penerbangan terpaksa dibatalkan karena alasan keselamatan,” jelas Dudy saat ditemui di Lahan KAI Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (21/8). Ia menekankan, tidak ada kompromi dalam hal keselamatan penerbangan, terutama saat kondisi cuaca tidak memenuhi standar operasional.

Pembatalan atau penundaan penerbangan ini sangat tergantung pada perkembangan cuaca. “Jika jarak pandang masih memungkinkan dan tidak membahayakan, penerbangan bisa beroperasi. Tapi jika BMKG melaporkan kabut asap mengganggu, maka penerbangan tidak akan diizinkan,” tambah Dudy. Ia juga mengingatkan maskapai untuk tidak memaksakan terbang dalam kondisi berisiko.

Menhub menjelaskan bahwa gangguan cuaca termasuk dalam kategori force majeure. “Pembatalan ini bukan karena keinginan maskapai, tapi karena situasi alam yang mengharuskan demi keselamatan penumpang dan awak pesawat,” tegas Dudy. Bagi penumpang yang terdampak, disarankan menggunakan alternatif transportasi lain seperti kapal laut.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, mengkonfirmasi dampak serius kabut asap terhadap operasi beberapa bandara di Kalimantan, termasuk Bandara Singkawang. “Keselamatan adalah prioritas utama. Operator wajib menyesuaikan jadwal jika jarak pandang di bawah standar,” kata Lukman.

Data terbaru menunjukkan, pada 16 Agustus 2026, jarak pandang di Bandara Singkawang hanya 3.000 meter. Kondisi ini memengaruhi ratusan penumpang TransNusa dan Super Air Jet. Dampak serupa terus berlanjut hingga 19 Agustus dengan jarak pandang 2.000-2.500 meter.

Bagi penumpang yang terdampak, maskapai menyediakan opsi refund atau perubahan jadwal gratis hingga 7 hari ke depan. Bandara Iskandar di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah juga mengalami keterlambatan penerbangan akibat kabut asap.

Kemenhub bersama pemangku kepentingan terkait terus memantau perkembangan karhutla dan dampaknya terhadap operasi penerbangan, siap melakukan penyesuaian jadwal berdasarkan kondisi terkini di lapangan.

Tags: Dudy Purwagandhi, Kementerian Perhubungan, Lukman F Laisa

You May Also Like

Catatan Tangan Mahatma Gandhi Terjual Rp27 Miliar di Lelang India, Pecahkan Rekor Dokumen Sejarah

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan