Prabowo Minta Maaf Dua Kali karena Tak Hadir Langsung di Peresmian Blok Masela

NasionalPolitik
Views: 10

Jakarta, Haribulan.com — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, pada hari Kamis (16/7/2026), resmi memulai groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela yang terletak di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku. Acara yang menjadi tonggak baru bagi pengembangan energi nasional ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan investor, BUMN, dan tokoh masyarakat setempat. Sayangnya, Presiden tidak bisa hadir secara langsung karena kesibukan di ibu kota, sehingga mengikuti peresmian melalui video konferensi.

Dalam pidato pembukaan yang disiarkan lewat akun YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo dua kali meminta maaf kepada masyarakat Maluku. Permintaan maaf pertama ia sampaikan sejak awal pidato, setelah menyapa para tamu undangan. “Saya minta maaf tadinya saya ingin hadir langsung, tapi karena ada berbagai acara yang tidak bisa saya tinggalkan di pusat, terpaksa saya hadir melalui video konferensi ini, tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada saudara-saudara sekalian,” kata Prabowo, Kamis (16/7/2026).

Ketidakhadirannya itu diakuinya sebagai hutang yang harus dilunasi. “Insyaallah saya akan melunasi hutang tersebut dalam waktu yang tidak lama lagi,” tambahnya. Pernyataan ini tak lepas dari campaing presiden untuk menjadikan Indonesia lebih sejahtera. Sejak berkontestasi pemilu presidential lima kali, Prabowo berulang kali menekankan pentingnya kesejahteraan rakyat. Ia bertekad memastikan proyek-proyek strategis ini benar-benar mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Mengapa Blok Masela Penting?

Proyek LNG Abadi Masela sudah mencuat sebagai salah satu PSN paling ditunggu dalam dua dekade terakhir. Direncanakan sejak akhir 1990-an, proyek ini ternyata terhenti atau mandek berkali-kali karena berbagai kendala teknis, hukum, dan perjanjian antar investor. Sebagian kalangan bahkan menyebut proyek ini sebagai “fantom” yang hanya hidup di atas kertas. Namun, pada 2026, pemerintah kembali mendorong pelaksanaannya, dengan harapan bisa mengekspor gas alam cair ke pasar global serta menyejahterahkan rakyat Maluku.

Menurut rencana, LNG Abadi Masela akan dikembangkan oleh konsorsium yang dipimpin Inpex, perusahaan energi asal Jepang, bekerja sama dengan beberapa mitra strategis. Saat peluncuran groundbreaking, CEO Inpex Takayuki Ueda hadir dan disambut hangat oleh Presiden. Prabowo bahkan memuji keahlian beliau yang bisa berbahasa Indonesia, menandakan komitmen Jepang dalam proyek ini.

Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan produksi energi nasional, menyeimbangkan neraca perdagangan, serta menciptakan lapangan kerja bagi warga lokal. Pemerintah menargetkan penyerapan tenaga kerja initiated dari masyarakat Tanimbar dan Maluku selatan selama fase konstruksi. Tak hanya itu, proyek ini dijadwalkan dapat beroperasi dan menghasilkan LNG dalam jangka waktu tiga sampai lima tahun ke depan.

Pulau Moa dan “Utang” Prabowo

Di akhir pidatonya, sebelum meresmikan proyek, Prabowo kembali meminta maaf untuk kedua kalinya. Kali ini, ia bercerita lebih personal. “Saya minta maaf saya belum hadir fisik, tapi kalau Kepulauan Barat Daya saya sudah dua kali ke Pulau Moa. Dan saya berharap Pulau Moa sekarang sudah lumayan titik air bersih untuk rakyat Moa,” ujarnya.

Racun kata-kata ini menunjukkan bahwa meskipun sering di kritik sebagai pemimpin yang tidak cukup hadir ke daerah terpencil, Prabowo memiliki catatan kunjungan tersendiri ke Maluku. Ia mengaku sudah dua kali mengunjungi Pulau Moa, salah satu pulau yang terkenal dengan keterbatasan akses air bersih. Namun ia mengakui bahwa secara fisik belum sampai ke lokasi peresmian Blok Masela di Kepulauan Tanimbar. Karena itu, ia menegaskan komitmen untuk “melunasi hutang” itu dalam waktu singkat.

Proyek Strategis Nasional dan Harapan Rakyat

Proyek LNG Abadi Masela menjadi bagian dari agenda prioritas pemerintah dalam meningkatkan ketahanan energi. Tidak bisa dipungkiri, Indonesia masih bergantung pada impor minyak dan BBM. Dengan memanfaatkan sumber daya gas alam yang melimpah di Maluku, pemerintah berharap bisa mengurangi ketergantungan tersebut. Selain itu, pendapatan dari ekspor LNG diperkirakan akan menguatkan neraca pembayaran dan mendanai pembangunan infrastruktur di berbagai daerah.

Meskipun ambisi ini besar, proyek ini juga menuai keresahan dari kelompok lingkungan. Aktivis khawatir bahwa eksplorasi dan produksi gas akan membahayakan terumbu karang serta ekosistem laut Maluku. Beberapa tokoh masyarakat adat juga menuntut agar pemerintah memastikan bahwa proyek ini tidak merampas hak atas tanah dan sumber daya alam mereka. Maka, konsultasi publik dan environmental impact assessment menjadi kunci untuk kelancaran proyek ini.

Penutup

Resmi dimulainya groundbreaking Blok Masela melambangkan semangat baru bagi pengembangan energi nasional. Meskipun Prabowo tidak bisa hadir langsung, langkah ini menegaskan tekad pemerintah untuk melanjutkan proyek-proyek prioritas yang selama ini terkatung. Publik kini menantikan bagaimana proyek ini dilaksanakan, apakah target waktu bisa dipenuhi, dan sejauh mana manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat Maluku. Dengan komitmen yang ditunjukkan dalam pidato virtual tersebut, ada harapan baru bahwa Blok Masela tidak lagi sekadar “proyek hantu”, melainkan menjadi nyata dalam mendorong kesejahteraan Indonesia.

Artikel ini disusun berdasarkan informasi yang beredar di media dan tidak mewakili pandangan resmi pemerintah.

Tags: Blok Masela, LNG Abadi Masela, Prabowo Subianto

You May Also Like

Laser Fonon: Inovasi yang Bikin Smartphone Masa Depan Lebih Kecil dan Cepat
Argentina Tampil Dramatis, Tundukkan Inggris 2-1 dan Melaju ke Final Piala Dunia 2026

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan