Jakarta – Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) tengah mematangkan persiapan tim demonstrasi mereka untuk berlaga di Hanoi International Martial Arts Festival, Vietnam. Tim khusus ini diperkuat oleh dua nama familiar di dunia hiburan Tanah Air, Prisia Nasution dan Fauzi Baadila, yang juga memiliki latar belakang kuat di pencak silat.
Kedua artis tersebut akan menjadi bagian penting dari tim demonstrasi yang dijadwalkan tampil pada 7 hingga 9 Agustus mendatang di Vietnam. Kehadiran mereka diharapkan dapat menarik perhatian lebih luas dan memperkuat misi PB IPSI untuk memperkenalkan pencak silat ke kancah internasional.
Latihan perdana tim ini telah dilaksanakan pada Kamis, 30 Juli, di GOR Bulungan, Jakarta Selatan. Prisia Nasution, yang dikenal sebagai mantan atlet pencak silat profesional, bersama Fauzi Baadila, fokus mengasah kekompakan dan keselarasan gerakan. Persiapan ini vital untuk memastikan penampilan yang memukau dan efektif dalam ajang internasional tersebut.
Wakil Sekretaris Jenderal PB IPSI, Bima Sinung Widagdo, mengungkapkan tujuan utama dari keikutsertaan tim demonstrasi ini. “Hari ini kita mulai berlatih dan mempersiapkan penampilan untuk Hanoi International Martial Arts Festival di Vietnam pada 7 sampai 9 Agustus mendatang. Kami mengajak Prisia Nasution dan Fauzi Baadila kembali berlatih bersama untuk mempromosikan pencak silat,” ujarnya.
Bima menambahkan bahwa PB IPSI memiliki harapan besar agar pencak silat semakin dikenal dunia dan suatu saat nanti dapat dipertandingkan di Olimpiade, mengikuti jejak cabang olahraga lainnya. Ambisi ini menjadi motivasi kuat bagi seluruh tim, termasuk Prisia dan Fauzi, untuk memberikan yang terbaik.
Prisia Nasution dan Fauzi Baadila sendiri menyambut baik kesempatan ini dan memiliki harapan yang sama. Mereka berharap pencak silat dapat diterima lebih luas oleh masyarakat global dan layak bersaing di level dunia. “Silat memang lahir dari kawasan nusantara. Mudah-mudahan melalui festival di Hanoi ini, dunia di luar Asia Tenggara semakin mengenal pencak silat adalah olahraga dan budaya yang besar, serta layak dipertandingkan di ajang internasional yang lebih luas,” kata Prisia.
Fauzi Baadila turut menekankan pentingnya latihan untuk mencapai performa maksimal. “Latihan ini penting supaya gerakan kami rapi dan kompak. Silat sebenarnya sudah dikenal di berbagai negara, karena setiap bangsa punya bela diri masing-masing dan Indonesia punya pencak silat,” jelas Fauzi. Ia juga menambahkan, “Api pencak silat ini harus terus kita jaga supaya semakin berkembang dan semakin dikenal dunia.”
Keterlibatan figur publik seperti Prisia dan Fauzi diharapkan mampu menjadi daya tarik tersendiri dan membantu PB IPSI dalam mengampanyekan pencak silat sebagai warisan budaya dan olahraga kebanggaan Indonesia di panggung global. Ini merupakan langkah strategis untuk mewujudkan cita-cita pencak silat berlaga di ajang olahraga terbesar dunia.

















