Seorang siswa Madrasah Ibtidaiyah bernama Alfa dan adiknya, Arsya, siswa Raudhatul Athfal (RA) Ma’arif diduga tidak mendapatkan jatah Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini diduga imbas dari kritikan ibunya terhadap pelaksanaan program MBG tersebut.
Kabar ini mencuat setelah video yang diunggah oleh seorang jurnalis di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat seorang pria menanyai Alfan mengenai berapa lama ia tidak mendapatkan jatah MBG. Alfan menjawab bahwa ia sudah tiga hari tidak mendapatkannya.
Alfan juga mengaku bahwa dirinya adalah satu-satunya siswa yang tidak mendapatkan jatah MBG, sementara teman-temannya yang lain mendapatkannya. Hal ini menimbulkan keprihatinan dari berbagai pihak.
Jurnalis yang mengunggah video tersebut menyayangkan kejadian ini. Ia menilai bahwa kritik seharusnya menjadi vitamin untuk perbaikan, bukan malah dibalas dengan intimidasi yang korbannya adalah anak kecil.
Pihak sekolah SPPG FAJAR.CO.ID, memberikan klarifikasi terkait kejadian ini. Mereka membantah bahwa tidak diberikannya jatah makan kepada siswa tersebut adalah bentuk hukuman atau intimidasi terkait kritikan orang tuanya. Pihak sekolah menjelaskan bahwa ada kesalahan teknis dalam pendataan penerima MBG.























