Proyek Strategis Rp14,3 Triliun Chandra Asri Siap Beroperasi pada 2027, Tekan Impor Soda Kaustik

Teknologi
Views: 10

PT Chandra Asri Pacific Tbk, melalui entitas anaknya PT Chandra Asri Alkali, menunjukkan progres signifikan dalam pembangunan fasilitas Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon. Proyek ambisius yang dikategorikan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) ini telah mencatatkan kemajuan fisik sebesar 72 persen per Juli 2026. Dengan capaian ini, perusahaan optimistis fasilitas tersebut siap untuk mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2027 mendatang.

Investasi jumbo yang digelontorkan mencapai lebih dari 800 juta dolar AS atau setara dengan Rp14,3 triliun. Angka ini mencerminkan komitmen besar Chandra Asri dalam memperkuat struktur industri kimia dasar di Indonesia. Keberadaan pabrik ini tidak hanya menjadi simbol kemajuan infrastruktur industri, tetapi juga langkah konkret dalam mendukung kemandirian bahan baku kimia yang selama ini masih banyak bergantung pada produk impor.

Presiden Direktur & CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, menegaskan bahwa pengembangan fasilitas ini merupakan bagian integral dari strategi jangka panjang perusahaan. Menurutnya, pembangunan infrastruktur pendukung yang berjalan beriringan dengan konstruksi pabrik utama akan membentuk sebuah ekosistem produksi dan distribusi yang terintegrasi. Hal ini dinilai krusial untuk meningkatkan keandalan pasokan bagi industri manufaktur nasional sekaligus memperkuat posisi tawar Indonesia di rantai pasok kimia regional.

Dampak ekonomi dari operasional pabrik ini diproyeksikan sangat signifikan bagi neraca perdagangan nasional. Begitu mencapai kapasitas produksi penuh, fasilitas ini ditargetkan mampu menghasilkan output sebagai berikut:

  • Produksi 827.000 ton soda kaustik cair setiap tahun untuk kebutuhan industri domestik.
  • Produksi 500.000 ton Ethylene Dichloride (EDC) per tahun yang ditujukan untuk pasar ekspor.

Kehadiran pabrik soda kaustik ini memiliki urgensi tinggi dalam menekan ketergantungan impor. Estimasi nilai pengganti impor dari produksi soda kaustik tersebut mencapai 293 juta dolar AS atau sekitar Rp4,9 triliun per tahun. Dengan memproduksi sendiri kebutuhan tersebut di dalam negeri, Indonesia dapat menghemat devisa dalam jumlah besar sekaligus memberikan kepastian ketersediaan bahan baku bagi berbagai sektor manufaktur hilir.

Di sisi lain, fokus produksi Ethylene Dichloride pada pasar ekspor diproyeksikan akan memberikan kontribusi devisa yang substansial bagi negara. Chandra Asri mengestimasi potensi devisa yang dihasilkan dari ekspor EDC mencapai 300 juta dolar AS atau setara dengan Rp5 triliun setiap tahunnya. Hal ini menjadikan proyek CA-EDC sebagai salah satu aset strategis yang mampu menyeimbangkan neraca perdagangan melalui aktivitas ekspor-impor yang lebih sehat.

Dari aspek ketenagakerjaan, proyek ini memberikan dampak positif bagi penyerapan tenaga kerja lokal. Sejauh ini, tahap konstruksi telah menyerap sekitar 3.000 pekerja. Setelah pabrik beroperasi penuh, perusahaan diprediksi akan membuka sekitar 250 lapangan kerja baru yang membutuhkan keahlian teknis khusus di bidang industri kimia, yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah operasional.

Pembangunan infrastruktur pendukung juga menjadi perhatian serius perusahaan. Pengerjaan sistem logistik, tangki penyimpanan, hingga dermaga terus dipercepat. Salah satu pencapaian teknis yang menonjol adalah rampungnya pemasangan jembatan akses penghubung dermaga atau jetty trestle. Pemasangan pipe rack di area tersebut dilakukan dengan metode modular untuk memastikan efisiensi waktu konstruksi tanpa mengesampingkan aspek keamanan dan kualitas struktural.

Melihat potensi pasar yang menjanjikan, Chandra Asri tidak berhenti pada tahap pertama. Perusahaan saat ini tengah mematangkan rencana pengembangan fasilitas CA-EDC Tahap II. Estimasi investasi untuk fase lanjutan ini mencapai 1 miliar dolar AS. Langkah ini menjadi bukti bahwa perusahaan terus berupaya memperluas kapasitas produksinya guna merespons permintaan pasar kimia global yang terus berkembang seiring dengan pertumbuhan industri manufaktur di Asia Tenggara.

Tags: Chandra Asri, Chlor Alkali, Proyek Strategis Nasional

You May Also Like

Spanyol Raih Puncak Ranking FIFA Setelah Menjuarai Piala Dunia 2026, Geser Argentina
Google Maps Gagal Berfungsi Optimal di China? Begini Sejarah dan Alternatif Penggantinya

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan