Unjuk rasa menentang kebijakan imigrasi atau anti-ICE di luar pusat penahanan Texas berakhir ricuh setelah polisi menembakkan gas air mata ke arah demonstran.
Kejadian ini terjadi di tengah penahanan seorang anak laki-laki berusia lima tahun bernama Liam Ramos dan ayahnya.
Mereka ditahan selama penindakan imigrasi di Minneapolis, yang memicu kemarahan dan gelombang protes.
Video yang beredar menunjukkan petugas penegak hukum AS menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa.
Aksi ini menuai kecaman dari berbagai pihak yang menilai tindakan tersebut berlebihan.
ICE atau Immigration and Customs Enforcement adalah badan yang bertanggung jawab atas penegakan hukum imigrasi di Amerika Serikat.
Kebijakan ICE seringkali menjadi kontroversi dan sasaran kritik dari aktivis HAM dan kelompok imigran.
Penahanan anak-anak imigran, khususnya, memicu perdebatan sengit tentang perlakuan terhadap keluarga imigran.
Kasus Liam Ramos menjadi simbol dari kebijakan imigrasi yang dianggap kejam dan tidak manusiawi.
Protes di Texas adalah bagian dari serangkaian aksi demonstrasi yang menuntut reformasi imigrasi yang lebih adil.
Para pengunjuk rasa menyerukan pembebasan Liam Ramos dan ayahnya, serta mengakhiri praktik penahanan imigran.
Insiden penembakan gas air mata ini menambah daftar panjang kontroversi seputar penegakan hukum imigrasi di AS.
Seperti yang dilansir dari Al Jazeera, demonstrasi ini dipicu oleh penahanan seorang anak berusia lima tahun dan ayahnya.





















