Marc-Andre ter Stegen Menuju Ajax: Tes Medis Dimulai, Gaji Kiper Jerman Ditanggung Barcelona

Olahraga
Views: 6

Marc-Andre ter Stegen, kiper veteran asal Jerman, dilaporkan telah memulai proses tes medis sebagai langkah finalisasi kepindahannya ke klub raksasa Belanda, Ajax Amsterdam. Informasi ini menandai perkembangan signifikan dalam saga transfer yang cukup berlarut-larut, terutama terkait dengan skema penggajian sang pemain. Ter Stegen akan menghadapi persaingan ketat dengan Maarten Paes, kiper yang telah lebih dulu membela Ajax, untuk memperebutkan posisi utama di bawah mistar gawang.

Berdasarkan laporan dari The Athletic, Ter Stegen telah meninggalkan pusat pelatihan Barcelona yang berlokasi di Inggris. Kepergiannya ini bertujuan untuk terbang langsung ke Belanda guna menjalani serangkaian tes medis krusial dengan pihak Ajax. Langkah ini mengindikasikan bahwa sebagian besar hambatan administratif dan finansial yang sebelumnya menghambat transfer telah berhasil diselesaikan, membuka jalan bagi kiper berusia 34 tahun tersebut untuk memulai babak baru dalam kariernya.

Kesepakatan lisan antara Ajax dan Barcelona mengenai peminjaman Ter Stegen sebenarnya telah tercapai sejak awal bulan Juli. Namun, realisasi transfer kiper berdarah Jerman ini mengalami penundaan yang cukup panjang. Kendala utama yang menyebabkan keterlambatan tersebut adalah permasalahan kompleks seputar skema gaji Ter Stegen. Negosiasi yang alot diperlukan untuk mencapai titik temu yang menguntungkan kedua belah pihak, mengingat besarnya nilai kontrak sang pemain.

Permasalahan gaji Ter Stegen menjadi rumit karena melibatkan perbedaan tarif pajak yang signifikan antara Spanyol dan Belanda. Di Spanyol, tarif pajak yang berlaku adalah 45 persen, sementara di Belanda, angkanya sedikit lebih tinggi, mencapai 49,5 persen. Perbedaan persentase ini memiliki implikasi finansial yang besar bagi Barcelona sebagai klub asal dan Ajax sebagai klub peminjam, sehingga diperlukan penyesuaian yang cermat dalam struktur penggajian untuk menghindari kerugian bagi salah satu pihak.

Setelah melalui proses negosiasi yang intensif, permasalahan terkait skema gaji ini dilaporkan telah mencapai titik terang. Barcelona akhirnya bersedia menanggung sebagian besar dari total gaji Ter Stegen, yakni sebesar 90 persen. Sementara itu, Ajax hanya akan menanggung 10 persen dari sisa gaji sang kiper. Skema ini menunjukkan komitmen Barcelona untuk memfasilitasi kepindahan Ter Stegen, meskipun harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk gaji pemain yang tidak lagi masuk dalam rencana tim utama mereka.

Meskipun Barcelona menanggung sebagian besar gaji Ter Stegen, terdapat klausul yang memungkinkan jumlah tanggungan tersebut dapat berkurang. Penurunan ini akan sangat bergantung pada penampilan dan performa Ter Stegen selama masa peminjamannya di Ajax. Namun, penurunan yang dimaksud tidak akan terlalu signifikan, menegaskan bahwa beban finansial utama atas gaji sang kiper tetap berada di pundak klub Catalan tersebut, setidaknya untuk musim peminjaman ini.

Terselesaikannya masalah skema gaji ini menjadi kunci bagi Barcelona untuk memberikan izin kepada Ter Stegen agar dapat menjalani tes medis di Ajax. Keputusan Barcelona untuk meminjamkan kiper berusia 34 tahun ini, meskipun harus menanggung sebagian besar gajinya, didasari oleh pertimbangan strategis. Ter Stegen memang sudah tidak lagi masuk dalam rencana pelatih baru Barcelona, Hansi Flick, yang memiliki visi dan strategi berbeda untuk lini pertahanan timnya.

Posisi kiper utama di Barcelona saat ini telah diisi oleh Joan Garcia. Sementara itu, Wojciech Szczęsny, yang kembali dari masa pensiunnya, telah diplot sebagai pelapis Garcia. Situasi ini secara efektif menutup peluang bagi Ter Stegen untuk mendapatkan tempat di skuad utama Barcelona, sehingga peminjaman ke klub lain menjadi solusi terbaik bagi semua pihak yang terlibat. Langkah ini diharapkan dapat memberikan kesempatan bermain yang lebih reguler bagi Ter Stegen.

Ter Stegen sendiri memiliki rekam jejak yang panjang dan gemilang bersama Barcelona, sejak bergabung pada tahun 2014. Ia tercatat mengemas total 423 penampilan di berbagai kompetisi bersama klub Catalan tersebut, menjadi salah satu kiper paling konsisten di Eropa. Namun, serangkaian cedera kambuhan yang dialaminya, ditambah dengan kedatangan Joan Garcia pada musim lalu, secara bertahap menyebabkan Ter Stegen kehilangan posisi nomor satu di bawah mistar gawang El Barca.

Pada pertengahan musim lalu, Ter Stegen sempat dipinjamkan ke Girona, klub yang saat itu dilatih oleh Michel. Michel, yang kini telah pindah melatih Ajax, memainkan peran penting dalam upaya membawa serta Ter Stegen ke klub barunya. Kehadiran Michel di Ajax kemungkinan besar menjadi salah satu faktor penentu bagi Ter Stegen untuk memilih klub Belanda tersebut, mengingat keduanya memiliki riwayat kerja sama yang baik sebelumnya.

Dengan selesainya masalah gaji, Ter Stegen kini hanya perlu menyelesaikan pemeriksaan medis dan melengkapi seluruh dokumen yang diperlukan untuk transfernya ke Ajax. Jika semua proses ini berjalan lancar, ia diperkirakan akan segera diperkenalkan secara resmi sebagai pemain baru raksasa Belanda tersebut dalam beberapa hari mendatang. Kedatangan Ter Stegen diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi performa Ajax di musim kompetisi mendatang.

Di Ajax, Ter Stegen akan menghadapi tantangan baru, yakni bersaing dengan Maarten Paes untuk mengawal mistar gawang. Paes tercatat telah tampil sebanyak 11 kali di Liga Belanda sejak didatangkan pada pertengahan musim lalu. Kontribusinya membantu de Godenzonen finis di posisi kelima Eredivisie dan mengamankan tiket ke Conference League musim depan. Persaingan antara Ter Stegen dan Paes diprediksi akan meningkatkan kualitas lini belakang Ajax.

Tags: Barcelona, Sepak Bola

You May Also Like

Berapa Banyak Dana yang Dikeluarkan AIPAC untuk Melawan Abdul El-Sayed dari Michigan? Dan Mengapa?
Vicky Prasetyo Terjerat Dua Kasus Hukum: Dugaan Penipuan dan Pencucian Uang Senilai Ratusan Juta Rupiah

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan