Zoox Siap Komersialkan Robotaksi Tanpa Setir, Uber Perluas Jaringan Kendaraan Otonom

FeaturedTeknologi
Views: 7

Dunia transportasi masa depan semakin dekat dengan kenyataan, terutama dengan peran krusial kecerdasan buatan (AI) yang terus berkembang. Dalam beberapa hari ke depan, Zoox, anak perusahaan Amazon, akan mulai memungut biaya untuk layanan robotaksi mereka. Ini menandai tonggak penting dalam perjalanan Zoox menuju operasional komersial penuh, setelah sebelumnya hanya memberikan tumpangan kepada penumpang di Las Vegas dan San Francisco, serta meluncurkan program pengendara awal di Miami dan Austin.

Langkah besar ini dimungkinkan berkat pengecualian yang dikeluarkan oleh Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) yang mulai berlaku pada 10 Agustus. Kendaraan Zoox, yang dirancang tanpa setir dan pedal tradisional, membutuhkan pengecualian dari standar kendaraan bermotor federal untuk dapat beroperasi secara legal. Pengecualian baru ini memungkinkan Zoox untuk mengoperasikan armada hingga 2.500 kendaraan secara komersial selama dua tahun. Ini adalah langkah maju yang signifikan, karena sebelumnya, kendaraan otonom tanpa kontrol manual menghadapi hambatan regulasi yang besar. Persetujuan ini menunjukkan kesiapan regulator untuk beradaptasi dengan inovasi, meskipun dengan batasan yang ketat demi keamanan publik.

Pengecualian dari NHTSA ini tidak hanya menjadi kemenangan bagi Zoox, tetapi juga membuka jalan bagi pengembang kendaraan otonom lainnya yang berencana meluncurkan robotaksi tanpa setir, pedal, atau persyaratan lain yang mungkin tidak diperlukan dalam kendaraan tanpa pengemudi manusia. Misalnya, robotaksi tidak memerlukan kaca spion belakang karena visibilitas sudah dicapai melalui sensor yang terpasang di eksterior kendaraan. Tesla, dengan Cybercab dua tempat duduknya, jelas akan menjadi salah satu penerima manfaat utama dari regulasi ini, bersama dengan banyak pemain lain di industri. Ini menciptakan preseden penting yang dapat mempercepat adopsi kendaraan otonom di masa depan, mendorong inovasi lebih lanjut dalam desain dan fungsionalitas kendaraan.

Latar belakang pengembangan Zoox sendiri cukup menarik. Didirikan pada tahun 2014, Zoox memiliki visi untuk membangun kendaraan otonom yang sepenuhnya dirancang untuk layanan robotaksi, bukan hanya mengadaptasi kendaraan yang sudah ada. Pendekatan ‘ground up’ ini memungkinkan mereka untuk mengintegrasikan teknologi otonom secara lebih menyeluruh, menciptakan kabin yang lebih luas dan pengalaman penumpang yang unik. Akuisisi oleh Amazon pada tahun 2020 memberikan Zoox sumber daya finansial dan teknologi yang masif, mempercepat pengembangan dan pengujian mereka. Pengujian awal di lingkungan perkotaan yang kompleks seperti San Francisco telah memberikan data berharga untuk penyempurnaan sistem otonom mereka, memastikan kendaraan dapat beroperasi dengan aman dan efisien dalam berbagai skenario.

Sementara itu, Uber terus memperkuat ‘kerajaan’ kendaraan otonomnya. Uber telah menjalin kemitraan dan investasi dengan berbagai perusahaan di sektor ini. CEO Uber, Dara Khosrowshahi, mengungkapkan komitmen perusahaan untuk menginvestasikan sekitar $10 miliar “dalam beberapa tahun mendatang” guna mengerahkan 120.000 kendaraan tanpa pengemudi. Angka ini sejalan dengan perkiraan yang sebelumnya dirilis oleh Financial Times mengenai investasi Uber di kendaraan otonom. Strategi Uber adalah berkolaborasi dengan berbagai pemain teknologi otonom, daripada mengembangkan teknologi sendiri secara eksklusif, untuk mempercepat skala dan jangkauan layanan mereka. Ini menunjukkan pengakuan Uber terhadap kompleksitas dan biaya pengembangan teknologi otonom secara mandiri.

Salah satu pemain menarik dalam ekosistem kendaraan otonom adalah Moove. Berawal sebagai perusahaan fintech Afrika yang menyediakan pembiayaan kendaraan untuk pengemudi aplikasi, Moove telah berkembang menjadi pemilik armada ride-hail besar dengan 42.000 kendaraan di 13 negara. Moove kini juga memiliki divisi bisnis baru yang berfokus pada kendaraan otonom, dan telah menjadi operator armada untuk Waymo di Phoenix, Miami, Las Vegas, dan segera di London. Model bisnis Moove yang unik, menggabungkan pembiayaan dan manajemen armada, menempatkan mereka dalam posisi strategis untuk menjadi pemain kunci dalam adopsi kendaraan otonom, terutama di pasar yang sedang berkembang.

Co-CEO Moove, Ladi Delano, memiliki ambisi besar untuk perusahaan ini. Ambisi tersebut kini didukung oleh suntikan modal segar senilai $250 juta dalam putaran Seri C yang dipimpin oleh Mubadala Investment Company, dengan Woven Capital dan Ion Pacific sebagai co-pemimpin. Moove, yang kini bernilai $2,1 miliar, berencana menggunakan dana tersebut untuk memperluas bisnis manajemen armada kendaraan otonomnya, termasuk merekrut sekitar 350 karyawan baru. Salah satu rencana menarik adalah Moove akan membeli robotaksi Waymo dan telah mengakuisisi aset robotaksi dari perusahaan lain yang tidak disebutkan namanya. Ini menunjukkan konsolidasi di pasar robotaksi dan peluang bagi perusahaan yang dapat mengelola armada secara efisien.

Dampak keamanan dari pengoperasian robotaksi tanpa setir ini adalah topik yang sangat penting. Secara teoritis, kendaraan otonom memiliki potensi untuk secara signifikan mengurangi kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh kesalahan manusia, seperti mengemudi dalam keadaan mabuk, kelelahan, atau gangguan. Namun, ada juga kekhawatiran tentang keandalan sensor, kerentanan terhadap serangan siber, dan bagaimana kendaraan akan bereaksi dalam situasi darurat yang tidak terduga. NHTSA, dengan memberikan pengecualian, pasti telah mempertimbangkan serangkaian protokol keamanan dan pengujian yang ketat. Zoox sendiri telah melakukan pengujian ekstensif dan mengklaim bahwa kendaraan mereka dirancang dengan redundansi sistem untuk memastikan keselamatan bahkan jika satu komponen gagal. Penggunaan sensor lidar, radar, dan kamera secara bersamaan menciptakan gambaran lingkungan 360 derajat yang sangat akurat, jauh melampaui kemampuan penglihatan manusia. Namun, transparansi data kecelakaan dan insiden akan sangat krusial untuk membangun kepercayaan publik dan terus meningkatkan standar keamanan.

Rekomendasi praktis bagi kota-kota yang ingin mengadopsi layanan robotaksi ini adalah untuk mengembangkan kerangka regulasi yang jelas dan adaptif. Ini termasuk menetapkan zona operasi yang aman, berkoordinasi dengan layanan darurat, dan memastikan infrastruktur kota (seperti penanda jalan dan sinyal lalu lintas) siap untuk berinteraksi dengan kendaraan otonom. Selain itu, penting untuk melibatkan masyarakat dalam dialog tentang manfaat dan tantangan kendaraan otonom, serta menyediakan saluran untuk umpan balik dan pelaporan masalah. Bagi konsumen, ada baiknya untuk memulai dengan mencoba layanan di area yang sudah terbukti aman dan memiliki dukungan pelanggan yang responsif. Memahami cara kerja aplikasi, rute yang dilayani, dan protokol keamanan yang diterapkan oleh penyedia layanan juga akan meningkatkan pengalaman pengguna.

Selain perkembangan di sektor kendaraan otonom, beberapa kesepakatan bisnis lainnya juga menarik perhatian. Accell Group Holding, produsen sepeda asal Belanda di balik merek-merek seperti Lapierre, Raleigh, dan Sparta, telah diberikan penangguhan pembayaran yang mengawali proses insolvensi. Sebelumnya, pada tahun 2022, konsorsium yang dipimpin KKR mengakuisisi perusahaan ini senilai 1,56 miliar euro. Sementara itu, Advanced Electric Machines Group, produsen motor listrik tanpa magnet dari Inggris, berhasil mengumpulkan £16 juta dalam putaran pendanaan yang dipimpin oleh Barclays Climate Ventures. Ini menunjukkan tren investasi yang kuat dalam teknologi keberlanjutan dan elektrifikasi di berbagai sektor.

Chargepoly, perusahaan Prancis yang berspesialisasi dalam elektrifikasi armada kendaraan berat, berhasil mengumpulkan €23 juta dalam putaran yang dipimpin oleh Meridiam. Hadrian, perusahaan teknologi pertahanan yang membangun fasilitas manufaktur otomatis, mengumpulkan $1,37 miliar dengan valuasi $7,87 miliar. Matel Motion & Energy Solutions, perusahaan India yang mengembangkan motor hemat energi, mengumpulkan INR 130 crore dalam putaran pendanaan Seri B. Terakhir, River, startup kendaraan listrik India, berhasil mengumpulkan $120 juta dalam putaran pendanaan Seri C. Semua investasi ini menyoroti lanskap inovasi yang dinamis di sektor teknologi, energi, dan manufaktur, di mana solusi berkelanjutan dan otomatisasi menjadi fokus utama para investor global.

Tags: NHTSA, Uber, Zoox

You May Also Like

Kekeringan Parah Mencekik Puerto Riko: Ratusan Ribu Warga Hadapi Krisis Air Bergilir
Spanyol Terapkan Pemeriksaan Perbatasan Sementara untuk Pengunjung dari Italia

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan