Delve dan Y Combinator Berpisah di Tengah Kontroversi

BeritaStartupTeknologi
Views: 6

Startup yang bergerak di bidang kepatuhan, Delve, menghadapi masalah yang berujung pada putusnya hubungan dengan akselerator Y Combinator (YC). COO Delve, Selin Kocalar, mengonfirmasi perpisahan tersebut melalui platform X.

Delve telah dihapus dari daftar perusahaan portofolio YC. Selain itu, halaman Delve juga telah dihapus dari situs web YC.

Keputusan ini muncul setelah adanya tuduhan terhadap Delve. Delve dituduh menyesatkan klien tentang kepatuhan terhadap regulasi privasi dan keamanan. Mereka juga dituduh menggunakan alat sumber terbuka tanpa atribusi yang sesuai.

Kontroversi ini bermula dari postingan anonim di Substack oleh seseorang dengan nama samaran DeepDelver. DeepDelver mengaku sebagai mantan pelanggan Delve.

Dalam postingannya, DeepDelver menuduh Delve memberikan sertifikasi palsu kepada klien. Ia juga menuduh Delve mencuri alat sumber terbuka dan menjualnya sebagai produk sendiri.

DeepDelver juga mempublikasikan apa yang diklaim sebagai pesan Slack dan rekaman video internal perusahaan. Seorang peneliti keamanan juga mengklaim telah mengakses data sensitif Delve.

Delve membantah tuduhan tersebut. Mereka mengklaim bahwa tuduhan itu berasal dari serangan siber terkoordinasi.

CEO Delve, Karun Kaushik, menyatakan bahwa perusahaan telah menjadi korban serangan oleh pihak yang menyamar sebagai pelanggan. Pihak tersebut diduga mencuri data internal perusahaan untuk meluncurkan kampanye pencemaran nama baik.

Kaushik mengakui bahwa Delve tumbuh terlalu cepat dan tidak memenuhi standar sendiri. Ia meminta maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang disebabkan.

Delve telah mengambil langkah-langkah untuk memastikan kepercayaan pelanggan. Langkah-langkah tersebut termasuk membersihkan jaringan perusahaan dan menawarkan audit ulang gratis.

YC bukanlah satu-satunya investor yang menjauhkan diri dari Delve. Insight Partners juga menghapus postingan tentang investasinya di Delve.

Delve didirikan pada tahun 2023 oleh Karun Kaushik dan Selin Kocalar. Startup ini berbasis di San Francisco.

TechCrunch telah menghubungi Y Combinator dan DeepDelver untuk memberikan tanggapan terhadap komentar Delve.

Tags: DeepDelver, Delve, Y Combinator

You May Also Like

Pengguna Claude Code Harus Bayar Ekstra untuk OpenClaw
Suka ‘Young Sherlock’? Ini 10 Tontonan Serupa yang Wajib Ditonton!

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan