Pakistan dan Afghanistan kembali terlibat konflik. Islamabad mengumumkan ‘perang terbuka’ dengan Afghanistan setelah menuduh Taliban Afghanistan melakukan penembakan di sepanjang perbatasan.
Ketegangan ini terjadi setelah beberapa hari permusuhan. Padahal, kedua negara sempat menyepakati gencatan senjata pada Oktober lalu.
Situasi di perbatasan semakin memanas. Pakistan mengklaim serangan balasan dilakukan setelah militan Afghanistan menyerang pos perbatasan mereka.
Belum ada rincian lebih lanjut mengenai korban jiwa atau kerusakan akibat serangan tersebut.
Pernyataan ‘perang terbuka’ ini menandai eskalasi signifikan dalam hubungan kedua negara.
Sebelumnya, Pakistan telah berulang kali menuduh Afghanistan gagal mengendalikan militan di wilayahnya.
Afghanistan membantah tuduhan tersebut dan menuduh Pakistan mendukung kelompok militan yang beroperasi di Afghanistan.
Konflik perbatasan ini menambah daftar panjang masalah yang dihadapi Afghanistan.
Negara tersebut masih berjuang dengan krisis ekonomi dan kemanusiaan yang parah.
Situasi ini juga mengancam stabilitas regional. Negara-negara tetangga khawatir konflik akan meluas.
Komunitas internasional mendesak kedua belah pihak untuk menahan diri dan mencari solusi damai.
Perkembangan ini tentu menjadi perhatian serius. Upaya mediasi diharapkan dapat segera dilakukan.
Dikutip dari berbagai sumber berita internasional, situasi di perbatasan masih tegang dan terus dipantau.





















