Masyarakat Desa Sicini, Gowa, kembali menggelar Pesta Panen (Padekko) yang meriah. Acara ini berlangsung selama tiga hari, dari 11 hingga 13 Juni 2025. Berbagai atraksi budaya dan lomba tradisional turut memeriahkan.
Pesta panen ini diadakan di Dusun Parang Tanggayya, Kecamatan Parigi.
Ketua Lembaga Adat Desa Sicini, Sawiang Dg. La’lang, menjelaskan tujuan acara ini. Perpanjangan durasi menjadi tiga hari agar partisipasi masyarakat lebih luas.
“Kami melibatkan lima dusun di Desa Sicini dan desa tetangga,” ujarnya.
Tahun lalu, Padekko hanya berlangsung satu hari. Sekarang, kolaborasi lebih ditekankan.
Dg. La’lang menambahkan, kegiatan ini wujud syukur atas panen. Juga upaya menghidupkan kembali tradisi lampau.
Ia berharap Padekko menjadi agenda tahunan desa. Peraturan desa (Perdes) akan mendukung hal ini.
Camat Parigi, Abd. Latif Has, mengapresiasi kegiatan ini. Padekko dinilai menyentuh masyarakat dan melestarikan budaya.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini,” kata Abd. Latif Has.
Ia berharap generasi muda melanjutkan dan mengembangkan tradisi. Ini menjadi pondasi kemajuan Desa Sicini.
Rangkaian kegiatan meliputi ritual tumbuk padi muda (Ase Lolo). Pertunjukan tarian, lagu daerah, dan musik gambus juga ada.
Makan bersama seluruh warga menutup acara. Hidangan khas Pare Lolo menjadi simbol kebersamaan dan syukur.
Acara pembukaan dihadiri berbagai tokoh penting. Syahrir, S.E (Pj. Kepala Desa Sicini) dan Ashri, Amd.Kom (Sekretaris Desa Sicini) turut hadir.






















