Jangan Anggap Sepele: Dampak Telat Bayar Shopee PayLater

BeritaBisnisEkonomi

Kemudahan bertransaksi dengan Shopee PayLater menawarkan solusi praktis, namun keterlambatan pembayaran dapat menimbulkan konsekuensi serius. Di balik fleksibilitas sistem ‘beli sekarang, bayar nanti’ ini, pengguna perlu memahami risiko yang mungkin timbul agar penggunaan Shopee PayLater tetap aman dan terkontrol.

Risiko telat bayar Shopee PayLater tidak hanya sebatas denda tambahan, tetapi juga dapat berdampak pada kondisi keuangan dan riwayat kredit. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui berbagai risiko yang mungkin timbul.

Salah satu dampak paling cepat dirasakan adalah denda keterlambatan. Jika pembayaran melewati tanggal jatuh tempo, Shopee akan mengenakan denda yang bisa mencapai sekitar 5 persen dari total tagihan yang belum dibayar. Jika nominal tagihan besar, denda ini dapat menambah beban keuangan. Keterlambatan yang berlanjut dapat mengakumulasikan denda setiap bulan, memperbesar total kewajiban yang harus dibayarkan.

Selain denda, keterlambatan pembayaran juga dapat membatasi akses fitur akun. Shopee berhak membatasi penggunaan berbagai fitur, termasuk voucher dan promo tertentu. Akibatnya, pengalaman berbelanja menjadi kurang optimal karena fasilitas yang sebelumnya dinikmati tidak lagi tersedia. Lebih lanjut, Shopee PayLater terhubung dengan sistem informasi kredit nasional seperti SLIK OJK, sehingga riwayat keterlambatan atau gagal bayar berpotensi menurunkan skor kredit. Dampak ini dapat terasa saat mengajukan pinjaman ke bank atau lembaga keuangan lainnya.

Jika riwayat keterlambatan terus berulang, Shopee dapat membatasi hingga menonaktifkan fitur Shopee PayLater pada akun. Kondisi ini membuat pengguna tidak lagi dapat menggunakan layanan tersebut. Selain itu, saat terjadi keterlambatan, Shopee akan mengirimkan pengingat secara berkala melalui aplikasi, pesan singkat, email, atau panggilan telepon. Intensitas penagihan dapat meningkat dan berpotensi mengganggu kenyamanan. Dalam kondisi tertentu, penagihan dapat dilakukan melalui pihak ketiga atau debt collector, yang tentu menimbulkan ketidaknyamanan dan tekanan psikologis.

Jika keterlambatan berlangsung lama dan kewajiban tidak dilunasi, pengguna berisiko masuk daftar hitam kreditur. Konsekuensinya, peluang mendapatkan pembiayaan di masa depan, seperti kredit kendaraan, KPR, atau modal usaha, menjadi semakin kecil. Risiko terberat adalah pemblokiran akun Shopee. Jika ini terjadi, pengguna tidak hanya kehilangan akses ke Shopee PayLater, tetapi juga layanan dan fitur lain di platform Shopee. Untuk menghindari masalah ini, atur keuangan secara disiplin, pantau tanggal jatuh tempo, manfaatkan fitur pengingat pembayaran, dan sesuaikan tenor cicilan dengan kemampuan finansial.

Tags: Denda Keterlambatan, Manajemen Keuangan, Shopee PayLater

You May Also Like

Alasan Retur Barang di Shopee yang Paling Sering Terjadi
NewJeans: Profil, Prestasi, dan Konflik yang Mewarnai Perjalanan Grup K-Pop

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan