Warganet di media sosial sedang ramai membicarakan masalah transaksi QRIS BCA yang gagal, tetapi saldo malah terpotong. Keluhan ini bermula dari pengalaman seorang pengguna Instagram.
Akun Instagram @arindasilalahi membagikan pengalamannya pada 3 Desember 2025. Ia melakukan transaksi di SPBU Medan, namun transaksi gagal.
Ironisnya, saldo rekeningnya justru berkurang. Arinda lalu melaporkan kejadian ini ke pihak BCA dan berharap dana bisa segera dikembalikan.
Namun, ia malah menerima pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal yang mengaku sebagai acquirer merchant. Pengirim pesan mengaku bernama Alya.
Anehnya, Alya mengetahui detail transaksi Arinda, termasuk pengajuan pengembalian dana yang sedang diproses.
Cerita Arinda ini kemudian diunggah ulang oleh akun Instagram @jakarta.folks dan memicu reaksi dari netizen lain.
Banyak warganet yang mengaku mengalami hal serupa dan mempertanyakan kredibilitas BCA sebagai bank terpercaya.
Beberapa warganet mengungkapkan kekecewaannya, merasa kepercayaan mereka terhadap BCA jadi menurun akibat kejadian ini.
“QRIS BCA sering error, gagal tapi saldo ilang terus,” tulis seorang warganet yang merasakan pengalaman serupa.
Warganet lain menambahkan, “Kasus kayak gini bikin was-was pakai QRIS BCA.”
Pihak BCA sendiri telah membantah bahwa mereka menghubungi nasabah melalui WhatsApp terkait pengembalian dana.
BCA menegaskan proses pengembalian dana tidak melibatkan QR code atau tautan apapun.
Dikutip dari Ayo Bandung, BCA tidak pernah menghubungi nasabah via WhatsApp.






















