Rekor Pendaftar Magang Nasional: 732 Ribu Bersaing, Kurang dari 7 Persen Lolos Seleksi

EkonomiNasionalPendidikan
Views: 8

**Pendaftar Magang Nasional Tembus 732 Ribu, Hanya 6,3 Persen yang Lolos Seleksi**

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat antusiasme luar biasa terhadap Program Magang Nasional Angkatan 2 Batch I tahun 2026. Sebanyak 732.483 orang mendaftar, namun hanya 6,3 persen atau 46.160 orang yang berhasil lolos menjadi peserta. Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker, Darmawansyah, menyampaikan tingginya minat masyarakat terhadap program ini.

Dari total pendaftar, Kemnaker melakukan pemeriksaan persyaratan awal dan menemukan 244.982 orang yang memenuhi syarat untuk melanjutkan ke tahap berikutnya. Selanjutnya, 226.719 calon peserta mengajukan lamaran ke berbagai posisi magang yang tersedia. Secara keseluruhan, tercatat 547.000 lamaran, dengan rata-rata setiap pelamar mengajukan sekitar 1,93 lamaran aktif.

Darmawansyah menjelaskan bahwa tahapan akhir melibatkan proses seleksi oleh masing-masing penyelenggara sebelum peserta ditetapkan secara resmi oleh kementerian. “Pada tahapan terakhir, yaitu tahap rekrutmen, seleksi, dan penetapan peserta, calon peserta yang telah melamar mengikuti proses rekrutmen dan seleksi oleh masing-masing penyelenggara,” terang Darmawansyah dalam acara Pembukaan Program Magang Nasional Angkatan 2 Batch I di Kantor Kemnaker, Jakarta Selatan, pada Selasa (11/8).

Dari sekitar 225.920 pelamar yang memasuki proses rekrutmen, sebanyak 48.088 pelamar diterima oleh penyelenggara untuk diproses lebih lanjut. Setelah melalui verifikasi, seleksi, dan pengusulan dari penyelenggara, 46.402 calon peserta diusulkan untuk ditetapkan. Melalui sidang pleno, Kementerian Ketenagakerjaan akhirnya menetapkan 46.160 orang sebagai peserta Program Pemagangan Nasional Angkatan 2 Batch I Tahun 2026. Sebanyak 242 orang tidak dapat ditetapkan pada tahap akhir verifikasi karena tidak memenuhi persyaratan.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menjelaskan bahwa para peserta magang akan menerima upah minimum sesuai dengan standar kabupaten atau kota tempat mereka bekerja. Sebagai contoh, peserta yang magang di Jakarta akan mendapatkan upah sekitar Rp5,5 juta hingga Rp5,7 juta per bulan.

“Bapak Presiden memberikan upah atau gaji yang sesuai dengan upah minimum kabupaten kota tempat mereka bekerja yang jumlahnya cukup besar. Contoh tadi ada yang dari luar Jakarta, kemudian begitu dia ke Jakarta gajinya di perusahaan hampir Rp5,5 juta sampai Rp5,7 juta per bulan,” ujar Teddy.

Teddy juga berpesan kepada para peserta terpilih untuk menyadari bahwa mereka adalah individu yang beruntung. Ia mengingatkan bahwa tidak semua lulusan baru universitas bisa langsung mendapatkan kesempatan bekerja setelah lulus seperti mereka.

“Adik-adik adalah orang-orang yang beruntung, habis kuliah bisa langsung bekerja dan tidak semua orang yang magang gajinya atau upahnya itu sesuai UMR atau UMK, mungkin setengahnya, kadang-kadang, dari yang sekarang,” tambahnya.

Mengungkapkan keberhasilan program ini pada angkatan sebelumnya, Teddy menyebutkan bahwa sekitar 30 hingga 40 persen dari total 100 ribu peserta pada angkatan pertama langsung direkrut menjadi karyawan, baik di perusahaan tempat mereka magang maupun di perusahaan lain. Ia berharap seluruh peserta pada batch baru ini juga dapat langsung memperoleh pekerjaan permanen setelah masa magang mereka berakhir.

Tags: pekerjaan, Pendidikan, Tenaga Kerja

You May Also Like

Kisah Mengerikan Gabar Choli: Dipaksa Makan oleh ICE Selama Delapan Bulan, Aktivis Kurdi Ungkap Penyiksaan di Penjara Imigrasi AS
Dean Huijsen Warisi Nomor Punggung 4 Real Madrid: Jejak Legenda dan Harapan Baru

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan