Dwi Sasetyaningtyas (Tyas), alumni penerima beasiswa LPDP, menuai kecaman setelah pernyataannya tentang kewarganegaraan anaknya viral.
Tyas dianggap merendahkan bangsa Indonesia dengan mengatakan bahwa cukup dirinya saja yang menjadi WNI.
Pernyataan ini memicu kemarahan berbagai pihak, termasuk tokoh nasional seperti Prof Anhar Gonggong dan Hotman Paris.
Anhar Gonggong, seorang sejarawan, dengan tegas meminta pemerintah untuk menindaklanjuti kasus ini.
Ia bahkan mendesak agar kewarganegaraan Tyas dicabut sebagai bentuk hukuman atas tindakannya.
“Warga negara yang sok seperti ini, saya minta dipecat aja, kewarganegaraannya ditarik aja,” ujar Anhar.
Menurutnya, tindakan Tyas merupakan penghinaan terhadap negara dan bangsa Indonesia.
Tyas dan suaminya, Arya Iwantoro, adalah penerima beasiswa LPDP yang dibiayai oleh pajak rakyat.
Tyas meraih gelar sarjana dari ITB dan melanjutkan studi magister di Belanda dengan beasiswa LPDP.
Hotman Paris juga turut mengecam pernyataan Tyas dan mendukung tindakan tegas dari pemerintah.
Kasus ini menjadi sorotan publik dan memicu perdebatan mengenai nasionalisme dan kewarganegaraan.
Banyak pihak yang menyayangkan pernyataan Tyas, mengingat ia adalah penerima beasiswa dari negara.
Dikutip dari Fajar.co.id, Anhar menyampaikan bahwa tindakan Dwi Sasetyaningtyas merupakan bentuk penghinaan pada bangsa Indonesia.





















