Audio Bocor Ungkap Wakil Presiden AS JD Vance Diduga Mengejek Perdana Menteri Kanada Mark Carney dalam Negosiasi Dagang

Internasional
Views: 10

Sebuah rekaman audio yang diduga bocor dari acara pribadi telah mengungkap Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, mengejek Kanada. Dalam rekaman tersebut, Vance disebut-sebut meremehkan Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, karena dinilai menyerah dalam kesepakatan perdagangan dan mencoba bersikap ‘lebih tangguh’ dari Donald Trump. Insiden ini terjadi di tengah negosiasi perdagangan yang tegang antara kedua negara.

Rekaman yang dilaporkan berasal dari acara penggalangan dana dan dibagikan kepada Canadian Press ini muncul di saat-saat terakhir negosiasi yang sulit. Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah mengancam akan memberlakukan tarif sebesar 50% terhadap produk Kanada, menambah tekanan pada hubungan bilateral yang sudah menantang.

Menurut laporan Canadian Press, dalam rekaman tersebut Vance terdengar berbicara kepada para pendukungnya di Southampton, New York. Ia menggambarkan Carney sebagai “pria yang sangat manis” dan menyatakan bahwa ia memiliki hubungan baik dengannya. Namun, Vance juga menambahkan bahwa Carney “datang dan membusungkan dadanya serta berkata: ‘Saya akan, seperti, bersikap lebih tangguh dari Donald Trump’.”

Vance kemudian mengejek, “Ini lucu karena Carney menyajikannya sebagai semacam kemenangan bagi Kanada padahal pada dasarnya, mereka mundur dari banyak masalah.” Komentar-komentar ini mengindikasikan pandangan Vance bahwa Kanada telah membuat konsesi signifikan dalam negosiasi, meskipun Carney mungkin mencoba menggambarkan sebaliknya kepada publik Kanada.

Bocornya audio ini diperkirakan tidak akan membantu memperbaiki hubungan antara delegasi kedua negara pada waktu yang krusial. Pejabat Kanada sebelumnya menyatakan bahwa kesepakatan sudah dekat, yang kemungkinan besar akan melibatkan Kanada mengizinkan kembali penjualan alkohol AS di seluruh negeri sebagai imbalan untuk menghindari tarif terburuk dari Trump.

Ancaman tarif Trump pertama kali diumumkan akan berlaku mulai 19 Agustus. Namun, Trump kemudian mengalah pada hari Selasa, mengumumkan jeda tiga hari sebelum penerapan tarif tersebut. Penundaan ini memberikan sedikit ruang bernapas bagi para negosiator, meskipun ketegangan masih terasa jelas di balik layar.

Gedung Putih pada Juli lalu menyatakan bahwa tarif 50% tersebut merupakan balasan atas “perlakuan diskriminatif” oleh Kanada, termasuk larangan penjualan alkohol AS di delapan dari sepuluh provinsi dan ketiga wilayahnya. Larangan ini merupakan respons awal pada awal tahun 2025 terhadap ancaman tarif pertama Trump terhadap Kanada.

Produsen anggur, bir, dan minuman beralkohol AS telah menyatakan bahwa boikot tersebut telah secara signifikan memengaruhi penjualan mereka. Impor alkohol AS oleh Kanada dilaporkan turun sekitar 81% dari tahun ke tahun, menurut data Gedung Putih. Angka ini menyoroti dampak nyata dari kebijakan proteksionis yang diterapkan oleh Kanada.

Premiere Manitoba, Wab Kinew, dan rekannya dari Nova Scotia, Tim Houston, minggu ini membenarkan bahwa Carney telah meminta provinsi-provinsi tersebut untuk mengembalikan alkohol AS ke rak-rak toko. Kinew menyatakan pada hari Kamis, “Saya tidak akan mengatakan [Carney] memohon kepada kami, tetapi apa yang satu langkah sebelum memohon?” Pernyataan ini mengisyaratkan tekanan besar yang dihadapi Carney dari pihak AS.

Meskipun demikian, Kinew mendorong warga Kanada untuk melanjutkan boikot produk AS. “Jika kami mengembalikan minuman keras ke rak, jangan membelinya… Beli produk Kanada saja,” katanya. “Kita telah melakukan pekerjaan luar biasa dalam tetap bersatu menghadapi ancaman tarif Donald Trump dan saya pikir kita harus terus melakukannya.”

Kinew juga menyatakan penghormatannya kepada Carney karena telah menghadapi Trump dan percaya bahwa Kanada harus tetap teguh dalam negosiasi. “Saya pikir Donald Trump lemah. Amerika lebih lemah di seluruh dunia hari ini dibandingkan setahun yang lalu, dan dia akan kalah telak dalam pemilihan paruh waktu,” ujarnya.

Ia mengakhiri dengan kalimat yang tegas: “Orang-orang yang sangat bijak mengatakan Anda tidak bisa mendapatkan kesepakatan yang baik dengan orang yang buruk, dan saya pikir aturan itu berlaku di sini, jadi saya pikir kita harus berjuang.” Komentar-komentar ini mencerminkan sentimen perlawanan yang kuat di Kanada terhadap taktik negosiasi AS.

Tags: Donald Trump, JD Vance, Mark Carney

You May Also Like

Tujuh Orang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter Safari di Kenya, Lima Warga Negara Amerika Termasuk Korban
Ancaman Siber Global: Eksploitasi Driver Microsoft hingga Kampanye Pencurian Data Jutaan Dolar oleh Institusi Iran

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan