Ali Shamkhani, sekretaris Dewan Pertahanan Iran, dikabarkan tewas dalam serangan Israel dan AS. Shamkhani adalah penasihat dekat Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Seorang juru bicara militer Israel mengatakan Shamkhani termasuk di antara pejabat tinggi Iran yang tewas pada hari Sabtu. Belum ada komentar dari Teheran mengenai kabar ini.
Pria berusia 70 tahun itu mengawasi negosiasi nuklir antara AS dan Iran. Putaran terakhir negosiasi tersebut baru saja selesai pada hari Jumat.
Shamkhani pernah berkata bahwa jika isu utama negosiasi adalah Iran tidak membuat senjata nuklir, maka kesepakatan bisa segera dicapai.
Shamkhani sebelumnya menjadi target serangan Israel pada Juni 2025. Saat itu, terjadi perang 12 hari antara Iran dan Israel. Dia dilaporkan tewas, tetapi kemudian selamat dengan luka parah.
Dia baru-baru ini ditunjuk sebagai sekretaris Dewan Pertahanan Iran. Dewan ini bertugas mengkoordinasikan kebijakan pertahanan dan keamanan nasional Iran.
Pada Januari, Shamkhani memperingatkan bahwa respons Iran terhadap aksi militer AS akan “segera, habis-habisan, dan belum pernah terjadi sebelumnya”. Sasarannya adalah jantung Tel Aviv dan pendukung agresor.
Sebelumnya, ia memimpin Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) selama satu dekade hingga 2023. Ia menjadi kepala keamanan terlama kedua sejak 1979.
Shamkhani lahir di Ahvaz, Khuzestan, Iran. Setelah lulus sekolah, ia dan keluarganya pindah ke Los Angeles, AS. Kemudian, ia kembali ke Iran untuk belajar teknik.
Selama perang Iran-Irak tahun 1980-an, Shamkhani adalah komandan di Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). Ia juga menjadi komandan kedua angkatan laut Iran.
Antara tahun 1997 dan 2005, ia menjabat sebagai menteri pertahanan. Ia juga menjadi pejabat pertahanan Iran pertama yang mengunjungi Arab Saudi sejak revolusi. Selain itu, ia meraih posisi ketiga dalam pemilihan presiden tahun 2001.
Informasi ini dikutip dari Al Jazeera English.





















