Email kamu ada di dark web? Tenang, ini bukan akhir dunia. Banyak email yang bocor karena peretasan data perusahaan. Tapi, ada langkah-langkah yang bisa kamu lakukan untuk melindungi diri.
Dark web memang tempat jual beli data curian. Hacker bisa saja mencoba membobol akunmu atau melakukan penipuan (phishing). Mereka juga bisa menyamar jadi kamu.
Tapi, dark web bukan cuma tempat kejahatan. Jurnalis dan aktivis juga menggunakannya untuk berkomunikasi dengan aman.
Apa yang harus dilakukan?
Pertama, jangan panik. Kedua, segera ganti password emailmu. Lalu, ganti juga password akun-akun penting lainnya, terutama yang sama dengan password email.
Pastikan passwordmu kuat dan unik. Jangan gunakan password yang sama untuk banyak akun.
Aktifkan two-factor authentication (2FA) atau otentikasi dua faktor. Ini akan membuat akunmu lebih aman, karena butuh kode dari ponselmu selain password.
Jika memungkinkan, gunakan passkey. Passkey lebih aman dari password, karena menggunakan sidik jari atau wajahmu untuk login.
Pantau terus akun-akunmu, terutama rekening bank dan kartu kredit. Waspadai email atau pesan mencurigakan.
Sulit menghapus email dari dark web sepenuhnya. Tapi, kamu bisa membuat email baru jika sangat khawatir.
Cara mencegah kebocoran data di masa depan:
Gunakan email alias saat mendaftar di situs web atau aplikasi. Email alias akan meneruskan pesan ke email aslimu, tanpa mengungkap alamat aslimu.
Pertimbangkan menggunakan layanan monitoring data. Layanan ini akan memberi tahu jika datamu bocor di internet.
Intinya, jangan panik jika emailmu bocor. Ambil langkah-langkah pencegahan dan tetap waspada.




















