Tahlilan di Rumah Jokowi Picu Pro Kontra: Politisasi atau Tradisi?

Media SosialNasionalPolitik
Views: 6

Tahlilan di depan rumah Presiden Jokowi jadi perdebatan. Ada yang bilang politisasi, ada yang anggap wajar sebagai tradisi.

Video tahlilan itu viral di media sosial. Muncul perbedaan pendapat soal maknanya.

Guntur Romli, politikus PDIP, kritik kegiatan itu. Menurutnya, tahlilan sakral, jangan dibawa ke politik.

“Tahlilan itu doa, zikir. Tujuannya meng-Esa-kan Allah. Jangan dipakai buat politik,” kata Guntur.

Ia bilang, tahlilan bagian dari Islam Nusantara. Niatnya ibadah, bukan mobilisasi politik.

Warga yang ikut tahlilan membantah tudingan politisasi. Mereka bilang itu doa bersama sukarela.

“Saya datang buat mendoakan, silaturahmi. Tidak ada ajakan kampanye,” ujar seorang peserta.

Menurutnya, tahlilan itu tradisi sosial-keagamaan. Biasa dilakukan di mana saja, termasuk di rumah tokoh.

“Selama isinya doa, tidak ada seruan politik, ya sah-sah saja,” tambahnya.

Publik menilai lokasi dan figur jadi masalah. Rumah tokoh nasional seperti Jokowi punya makna simbolik.

Aktivitas di sana mudah ditafsirkan sebagai pesan politik. Itulah yang memicu polemik.

Kegiatan ini jadi sorotan karena berlangsung di kediaman seorang tokoh penting. Sehingga menimbulkan berbagai interpretasi.

Perdebatan ini menunjukkan bagaimana tradisi keagamaan bisa terkait dengan politik. Dikutip dari fajar.co.id.

Tags: Jokowi, Politisasi, Tahlilan

You May Also Like

Apple Watch Series 9 Cellular Diskon 25%, Harga Mulai Rp4,8 Juta
Fitur Premium AI Claude Kini Gratis: Bikin File, Konektor, dan Skills!

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan