Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, Erick Thohir, menyambut baik semakin tingginya minat klub sepak bola internasional untuk memilih Indonesia sebagai lokasi pertandingan pramusim. Menurut Erick, fenomena ini merupakan indikator positif terhadap perkembangan atmosfer sepak bola dan industri olahraga Indonesia yang mulai mendapatkan pengakuan global.
Tren ini tidak hanya mencerminkan kepercayaan dunia terhadap Indonesia, tetapi juga membuka peluang besar untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan acara olahraga di Tanah Air. Selain itu, kolaborasi internasional yang semakin luas diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat industri olahraga terkemuka di kawasan Asia Tenggara.
Sepanjang bulan Agustus 2026, masyarakat Indonesia akan dimanjakan dengan tiga pertandingan pramusim internasional yang menampilkan klub-klub kenamaan dunia. Rangkaian pertandingan ini dimulai pada 1 Agustus, ketika klub Liga Inggris, Aston Villa, menghadapi Indonesia All-Stars. Laga tersebut berlangsung meriah dan mendapatkan sambutan luar biasa dari para pencinta sepak bola nasional, membuktikan besarnya gairah sepak bola di Indonesia.
Selanjutnya, pada Sabtu, 8 Agustus, Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) akan menjadi saksi pertemuan dua raksasa Eropa, Chelsea dan AC Milan. Pemilihan Indonesia sebagai lokasi uji coba pramusim bagi kedua klub elite ini menjadi bukti konkret bahwa ekosistem industri sepak bola nasional semakin dipercaya oleh komunitas sepak bola internasional.
Rangkaian laga internasional ini akan berlanjut pada 29 Agustus, saat klub Liga Australia, Brisbane Roar, dijadwalkan menghadapi Persija Jakarta di Jakarta International Stadium (JIS). Pertandingan ini tidak hanya menjadi ajang unjuk gigi, tetapi juga akan menjadi bagian dari peluncuran resmi tim dan jersey Persija untuk menghadapi musim kompetisi yang baru.
Erick Thohir menilai kehadiran klub-klub internasional ini membawa dampak positif yang jauh melampaui sekadar pertandingan di lapangan. Aktivitas ini secara signifikan menggerakkan berbagai sektor dalam industri olahraga nasional, mulai dari promotor penyelenggara, sektor pariwisata, perhotelan, transportasi, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Lebih dari itu, kehadiran mereka menciptakan pengalaman berkelas dunia bagi para pencinta sepak bola Indonesia.
“Pemerintah menyambut baik dengan semakin banyaknya klub-klub sepak bola dunia yang memilih Indonesia sebagai tempat menjalani pramusim. Saya senang Aston Villa telah lebih dahulu menghadirkan pertandingan yang berlangsung sangat baik dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat,” ujar Erick dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/8/2026).
“Besok kita akan menyaksikan Chelsea menghadapi AC Milan, lalu di akhir bulan Brisbane Roar bertemu Persija Jakarta. Ini menunjukkan Indonesia semakin diperhitungkan sebagai tuan rumah event sepak bola internasional,” tambahnya, menegaskan optimisme pemerintah terhadap potensi Indonesia.
Erick Thohir menegaskan bahwa Kementerian Pemuda dan Olahraga akan terus memberikan dukungan penuh kepada berbagai promotor yang berinisiatif menghadirkan pertandingan-pertandingan internasional di Indonesia. Dukungan ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah untuk memperkuat industri olahraga nasional secara keseluruhan.
“Kemenpora akan terus mendukung apabila ada promotor yang ingin menghadirkan pertandingan-pertandingan seperti ini. Pemerintah juga memberikan kebebasan ruang agar para promotor dapat menjalankan kreativitas dengan baik demi menyuguhkan pertandingan berkelas dan menghibur bagi masyarakat,” kata Erick. Ia melanjutkan, “Semakin banyak event internasional digelar di Indonesia, semakin besar pula dampak ekonomi dan manfaat yang dirasakan oleh ekosistem olahraga nasional.”
Selain itu, Erick Thohir juga mengapresiasi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang tetap memberikan ruang bagi terselenggaranya berbagai pertandingan internasional antarklub. Hal ini dilakukan PSSI sembari tetap fokus pada tujuan utamanya, yaitu membangun dan meningkatkan prestasi Tim Nasional (Timnas) Indonesia di kancah internasional.
“Saya juga mengapresiasi PSSI yang terus fokus membangun dan mempersiapkan Tim Nasional melalui berbagai agenda internasional. Di sisi lain, PSSI juga tidak membatasi inisiatif promotor untuk menghadirkan pertandingan-pertandingan antarklub internasional seperti ini,” tutur Erick. “Sinergi inilah yang penting, di mana pembinaan prestasi berjalan beriringan dengan pertumbuhan industri sepak bola Indonesia,” pungkasnya, menekankan pentingnya kolaborasi antara pengembangan prestasi dan industri.





















