Korea Selatan Rilis Foto Dampak Roket SpaceX di Bulan, Ungkap Kondisi Permukaan Pasca-Tabrakan

Teknologi
Views: 4

Badan Antariksa Korea Selatan (KASA) baru-baru ini merilis serangkaian gambar yang menunjukkan kondisi permukaan Bulan setelah insiden tabrakan puing roket SpaceX. Gambar-gambar ini diambil oleh wahana antariksa pengorbit Bulan Korea, Danuri, dan memberikan gambaran visual pertama mengenai dampak dari peristiwa tersebut. KASA juga menyertakan perbandingan foto kondisi Bulan sebelum tabrakan, memungkinkan para ilmuwan untuk menganalisis perubahan yang terjadi.

Insiden tabrakan puing roket, yang merupakan bagian dari roket Falcon 9 milik SpaceX, terjadi pada hari Rabu sekitar pukul 06:35 GMT. Menurut KASA, dampak tersebut bukan merupakan kejadian yang disengaja. SpaceX, perusahaan teknologi luar angkasa swasta milik Elon Musk, telah mengonfirmasi bahwa tabrakan ini adalah konsekuensi dari desain roket yang memungkinkan bagian atas roket kembali ke Bumi sementara bagian lainnya terlepas di luar angkasa.

Roket Falcon 9 dirancang untuk dapat digunakan kembali, dengan tahap atas (upper stage) yang biasanya kembali ke Bumi. Namun, dalam misi tertentu, beberapa bagian roket memang sengaja dilepaskan di luar angkasa. Puing roket yang menabrak Bulan ini adalah tahap atas Falcon 9 yang kosong, yang telah mengorbit sejak Januari tahun lalu setelah diluncurkan dari Florida.

Para ilmuwan memperkirakan bahwa puing roket ini, yang berukuran sebanding dengan bangunan berlantai lima dan memiliki berat sekitar 4.000 kg di Bumi, menabrak Bulan dengan kecepatan sekitar 8.700 km/jam. Kecepatan dan massa yang signifikan ini tentu menimbulkan dampak yang tidak kecil pada permukaan Bulan, meskipun belum ada laporan resmi mengenai skala kawah yang terbentuk.

Meskipun dampak tabrakan menghasilkan kilatan cahaya yang dramatis, kilatan tersebut sangat sulit ditangkap oleh astronom amatir, bahkan dengan teleskop canggih sekalipun. Namun, observatorium yang lebih besar, termasuk badan antariksa di Seoul, telah menganalisis data dan informasi terkait peristiwa ini. Data dari Danuri menjadi sangat krusial dalam memahami efek jangka panjang dari tabrakan tersebut.

Matt Bothwell, seorang astronom dari Universitas Cambridge, menyatakan keprihatinannya mengenai peningkatan jumlah puing luar angkasa. Meskipun tabrakan ini tidak menimbulkan bahaya bagi Bumi, Bothwell menekankan bahwa ruang angkasa semakin padat. Setiap tahun, semakin banyak objek yang diluncurkan ke luar angkasa, yang berpotensi menciptakan masalah di masa depan.

“Ruang angkasa semakin padat,” kata Bothwell, memperingatkan bahwa dalam beberapa dekade ke depan, akan sangat sulit untuk melewati orbit Bumi karena kepadatan objek di luar angkasa. Pernyataan ini menyoroti perlunya pengelolaan yang lebih baik terhadap sampah antariksa untuk memastikan keberlanjutan eksplorasi dan penggunaan luar angkasa.

Roket Falcon 9 yang terkait dengan insiden ini telah mengorbit sejak Januari tahun lalu, ketika diluncurkan dari Florida. Misi utamanya saat itu adalah membawa dua pendarat Bulan ke luar angkasa. Tugas roket adalah mendorong tahap atasnya cukup keras untuk mengirim kedua pendarat keluar dari orbit Bumi dan menuju jalur ke Bulan.

Setelah tugas itu selesai, tahap yang sudah tidak terpakai dibiarkan melayang dalam orbit panjang yang melingkar, berayun ke arah Bulan dan kembali lagi. Selama 18 bulan berikutnya, tarikan gravitasi Bumi, Bulan, dan Matahari, bersama dengan cahaya dari Matahari, memberikan dorongan ringan pada puing tersebut. Para astronom yang melacak bagian roket ini akhirnya menyimpulkan bahwa dorongan-dorongan kecil tersebut telah menempatkannya pada jalur menuju Bulan, dan kecepatannya terus meningkat setiap hari hingga akhirnya menabrak permukaan Bulan.

Tabrakan pada hari Rabu terjadi di siang hari untuk banyak bagian dunia. Namun, kilatan kecil yang dihasilkan terlalu redup untuk dilihat, bahkan melalui teleskop. Oleh karena itu, data dan gambar yang dirilis oleh KASA menjadi sangat penting untuk memahami secara visual apa yang sebenarnya terjadi di permukaan Bulan setelah insiden ini.

Tags: Danuri, KASA, SpaceX

You May Also Like

Indonesia Jadi Destinasi Favorit Klub Internasional, Erick Thohir: Sinyal Positif Industri Olahraga Nasional
Vietnam Pastikan Juara Grup A Piala AFF 2026 Usai Taklukkan Kamboja 3-1

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan