Jangan salah, 1 Suro Tahun 2026 Masehi Jatuh pada 17 Juni

AgamaBudayaFeatured

Jangan salah, di tahun 2026 Masehi, tanggal 1 Suro jatuh pada hari Rabu, 17 Juni 2026, atau tanggal 1 Suro 1960 kalender Jawa. Bagi masyarakat Jawa, 1 Suro merupakan hari yang sangat penting karena menandai awal Tahun Baru dalam kalender Jawa dan sering dianggap sebagai hari yang sakral untuk melakukan refleksi diri, tirakat, serta mendekatkan diri kepada Tuhan.

Apa Itu 1 Suro?

1 Suro adalah hari pertama dalam penanggalan Jawa, yang biasanya bertepatan dengan 1 Muharram dalam kalender Hijriyah. Kalender Jawa sendiri merupakan hasil akulturasi antara kalender Islam, kalender Saka, dan tradisi lokal Jawa yang disusun pada masa Sultan Agung dari Mataram. Karena biasa bertepatan dengan 1 Muharram, maka 1 Suro juga menandai pergantian tahun baru Islam, namun dalam budaya Jawa, maknanya berkembang menjadi lebih spiritual dan kultural.

Makna 1 Suro dalam Budaya Jawa

Dalam budaya Jawa, 1 Suro dipandang sebagai hari yang penuh energi spiritual dan dianggap sebagai waktu yang tepat untuk:

  • Melakukan introspeksi diri (eling lan waspada)
  • Tirakat atau laku prihatin (puasa, tapa, menyepi)
  • Membersihkan diri secara batin dan lahir

Banyak masyarakat Jawa yang menghindari hajatan besar seperti pernikahan atau pesta pada hari ini karena dipercaya sebagai waktu yang lebih cocok untuk menyepi dan berdoa, bukan untuk perayaan duniawi.

Di beberapa daerah, 1 Suro juga diperingati dengan tradisi seperti:

  • Kirab pusaka di keraton (Yogyakarta dan Surakarta)
  • Mandi di sumber mata air atau pantai tertentu
  • Doa bersama dan slametan

Tradisi-tradisi ini pada dasarnya merupakan simbol budaya dan sarana kebersamaan, bukan untuk pemujaan benda, serta menjadi  pengingat akan sejarah dan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan para leluhur.

Makna 1 Suro dalam Pandangan Islam

Dalam Islam, 1 Suro bertepatan dengan 1 Muharram, yaitu awal tahun dalam kalender Hijriyah. Bulan Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram (bulan yang dimuliakan) dalam Islam. Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak amal ibadah di bulan Muharram, terutama:

  • Puasa sunnah, khususnya pada tanggal 10 Muharram (Hari Asyura)
  • Memperbanyak doa dan dzikir
  • Memperbaiki niat dan amal di awal tahun

Dalam Islam, tidak ada ajaran tentang kesialan atau kekuatan mistis pada tanggal 1 Muharram. Yang ditekankan adalah menjadikan pergantian tahun sebagai momen muhasabah (evaluasi diri), memperbaiki akhlak, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Menjaga Iman dan Islam di Tengah Tradisi

Tradisi boleh dijaga, namun iman dan akidah harus tetap menjadi pegangan utama. Umat Islam dianjurkan untuk berhati-hati terhadap praktik-praktik yang mengarah pada kesyirikan, ramalan nasib, atau keyakinan bahwa hari tertentu membawa keberuntungan atau kesialan secara mutlak.

Nasihat penting bagi umat Islam dalam menyikapi 1 Suro adalah:

  • Meluruskan niat bahwa semua ibadah hanya ditujukan kepada Allah SWT
  • Tidak menggantungkan keselamatan atau rezeki pada benda, hari, atau ritual tertentu
  • Menjadikan tradisi sebagai sarana silaturahmi dan introspeksi, bukan sebagai keyakinan mistis
  • Memperbanyak ibadah, doa, dan amal saleh sebagai bentuk syukur dan taubat

Dengan demikian, budaya tetap lestari, namun akidah tetap terjaga dan tidak tercampur dengan keyakinan yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Perpaduan Nilai Budaya dan Agama

Di masyarakat Jawa, nilai-nilai budaya dan ajaran Islam telah lama berpadu secara harmonis. Tradisi tirakat, doa, dan refleksi pada malam 1 Suro sejalan dengan ajaran Islam tentang muhasabah, taubat, dan memperbaiki diri.

Jika dimaknai secara positif, 1 Suro dapat menjadi momentum untuk memperkuat tekad, meninggalkan kebiasaan buruk, serta memulai tahun baru dengan perilaku yang lebih baik sesuai tuntunan agama.

Dengan jatuhnya 1 Suro 2026 pada tanggal 17 Juni 2026, masyarakat diharapkan dapat menjadikan momen ini sebagai awal yang baik untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, serta menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya dan ketaatan beragama.

Semoga setiap langkah yang diambil di tahun baru ini senantiasa berada dalam lindungan dan petunjuk Allah SWT, sehingga iman dan Islam tetap terjaga dalam kehidupan sehari-hari.

Tags: 1 Suro, Tahun baru Islam, Tahun baru Jawa

You May Also Like

Perkembangan Utama Hari Ke-1437 Perang Rusia-Ukraina: Situasi Terkini
OpenClaw: Asisten AI Bangun Jaringan Sosial Sendiri Setelah Rebranding

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan