Pertamina Dorong Kemandirian Energi Nasional: Bioetanol Sawit Jadi Andalan Gantikan Impor BBM

EkonomiInternasionalTeknologi
Views: 13

Jakarta — PT Pertamina (Persero) kembali menegaskan komitmennya memperkuat ketahanan energi nasional dengan memfokuskan strategi pengembangan bioenergi berbasis kelapa sawit. Langkah ini bukan sekadar wujud transisi energi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi nyata untuk menekan angka impor bahan bakar minyak (BBM) yang terus membebani neraca perdagangan Indonesia. Rombak logistik domestik, bukan tergantung hanya pada pasokan kilang luar negeri yang fluktuatif.

Kebijakan ini juga mendapat dukungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang menargetkan perluasan program pencampuran E10 atau bensin beretanol 10 persen pada konsumsi nasional. Pertamina ditunjuk sebagai motor percepatan target ini, mulai dari pembangunan pabrik etanol hingga penguatan rantai pasok bahan baku nabati dalam negeri. Jika berjalan sesuai roadmap Kementerian ESDM, porsi energi nabati dalam konsumsi BBM bisa meningkat tajam.

Salah satu fokus utama terlihat di pabrik pengembangan bioetanol Glenmore, Jawa Timur. Pabrik itu kini memasuki tahap penyelesaian dan diproyeksikan memiliki kapasitas produksi hingga 30 ribu kiloliter per tahun. Besarnya angka itu diharapkan bisa menutupi sebagian kebutuhan etanol campuran di wilayah Jawa bagian timur yang konsumsi bensinnya terus tumbuh seiring pembangunan infrastruktur baru.

Di sisi lain, Pertamina mulai menatap sumber daya yang selama ini kurang dimanfaatkan secara maksimal, yaitu Tandan Kosong Sawit atau TKS. Limbah perkebunan ini dijumpai berlimpah di wilayah sentra kelapa sawit dengan potensi volume mencapai sekitar 25 juta ton per tahun. Jika TKS bisa diconversi menjadi etanol secara komersial, pengurangan impor etanol nasional bisa semakin terasa, sekaligus menghidupkan nilai ekonomi limbah yang selama ini hanya dibuang atau dibakar.

Proses hilirisasi TKS menjadi etanol melibatkan beberapa tahapan teknis mulai dari pengolahan serat menjadi gula fermentasi, difermentasi menjadi etanol, hingga distilasi menjadi produk siap pakai. Pertamina dan Kementerian ESDM sedang membahas kemitraan dengan perusahaan sawit agar rantai pasokan Tks tersedia sepanjang tahun. Jika rantai pasok stabil, pabrik Glenmore akan bisa berproduksi kontinyu, tidak tergantung lagi pada musim panen.

Bagi petani kelapa sawit, permintaan TKS oleh Pertamina bisa menjadi penyeimbang harga pasar. Saat ini harga TKS terpuruk akibat terbatasnya pembeli industri. Jika pabrik bioetanol melirik TKS secara rutin, petani bisa mendapatkan tambahan pendapatan, sekaligus mencegah limbah buangan sawit mencemari lahan sekitar. Pemerintah daerah pun mendukung skema pengumpulan Tks durch koperasi desa, sehingga data stok bisa tercatat otomatis.

Secara makro, proyek ini menjadi salah satu kunci untuk menekan subsidi BBM dan mengamankan devisa negara. Setiap pengurangan volume etanol impor setara dengan penghematan devisa yang cukup besar untuk APBN. Kementerian Perdagangan mencatat impor etanol masih menghabiskan devisa dalam jumlah besar setiap tahun. Jika pabrik bioetanol dalam negeri beroperasi sesuai target, angka itu bisa mulai berkurang secara bertahap meskipun perlu peraturan pendukung.

Pertamina juga mempersiapkan jaringan distribusi E10 di luar Pulau Jawa, termasuk wilayah sentra perkebunan Riau, Kalimantan, dan Sulawesi. Pembangunan tangki penyimpanan dan SPBU khusus E10 itu diharapkan mendorong pangsa bahan bakar nabati naik. Biaya logistik etanol yang lebih murah karena diproduksi secara lokal bisa mendorong harga jual di tingkat konsumen tetap terjangkau dan menekan gejolak harga premium.

Melihat progres pembangunan Glenmore dan potensi TKS, langkah Pertamina menuju kemandirian energi berbasis kelapa sawit tampil sebagai strategi jangka panjang. Jika skema pabrik dan kemitraan dengan perusahaan sawit berjalan mulus, Indonesia bisa mulai meninggalkan ketergantungan pada etanol impor. Energi hijau berbasis limbah sawit bukan hanya soal harga bensin, tetapi juga soal kemandirian ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat sekitar perkebunan.

Tags: Pertamina

You May Also Like

Pertamina Dorong Kemandirian Energi Nasional: Bioetanol Sawit Jadi Andalan Gantikan Impor BBM
Pertamina Dorong Kemandirian Energi Nasional: Bioetanol Sawit Jadi Andalan Gantikan Impor BBM

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan