Teheran dan kota-kota lain di Iran mengalami serangan udara hebat pada hari ketujuh perang AS-Israel melawan negara tersebut. Sekretaris Pertahanan AS, Pete Hegseth, memperingatkan bahwa pemboman akan meningkat secara dramatis.
Militer Israel menyatakan telah memulai gelombang serangan skala luas baru di Teheran pada Jumat pagi. AS juga mengatakan pesawat pembom B-2 mereka telah menjatuhkan sejumlah bom penembus ke peluncur rudal balistik yang terkubur di dalam wilayah Iran.
Ledakan besar mengguncang beberapa lokasi di ibu kota Iran, termasuk daerah perumahan dan sekitar Universitas Teheran. Sebuah akademi militer Iran juga terkena serangan.
Koresponden Al Jazeera, Tohid Asadi, melaporkan dari Teheran bahwa pengeboman di ibu kota lebih intens dari sebelumnya, dengan banyak serangan di timur dan tenggara Teheran.
Serangan dilaporkan mengenai lokasi militer dan juga sasaran sipil seperti bangunan tempat tinggal, parkir, dan SPBU.
Ledakan juga dilaporkan di sekitar Kermanshah, Shiraz, dan Isfahan. Militer Israel mengklaim bahwa serangan tersebut telah menghancurkan sebagian besar pertahanan udara dan peluncur rudal Iran.
Laksamana Brad Cooper dari Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa pesawat pembom siluman B-2 AS menjatuhkan sejumlah bom penembus seberat 2.000 pon ke peluncur rudal balistik Iran.
Hegseth menambahkan bahwa akan ada peningkatan dalam pemboman dengan lebih banyak skuadron pesawat tempur, kemampuan, dan kemampuan pertahanan.
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa setidaknya 1.230 orang tewas dalam serangan di Iran sejak Sabtu. UNICEF menyatakan sedikitnya 181 anak termasuk di antara korban tewas.
Di antara korban muda, setidaknya 175 anak tewas ketika sebuah sekolah perempuan di Minab, Iran selatan, terkena serangan pada hari pertama serangan AS dan Israel.
Menyusul kejadian tersebut, Hegseth mengakui bahwa militer AS sedang menyelidiki insiden itu. Reuters melaporkan bahwa para penyelidik militer AS meyakini kemungkinan pasukan AS bertanggung jawab atas serangan itu, tetapi belum mencapai kesimpulan akhir.
Serangan yang disengaja terhadap sekolah dapat dianggap sebagai kejahatan perang. Jika peran AS terkonfirmasi, serangan itu akan menjadi salah satu kasus terburuk jatuhnya korban sipil dalam beberapa dekade perang AS di Timur Tengah.
Penyelidikan awal oleh militer AS menunjukkan bahwa pasukan Amerika mungkin bertanggung jawab atas serangan terhadap sekolah perempuan di Minab. Insiden ini terjadi pada hari pertama serangan gabungan oleh AS dan Israel yang menargetkan infrastruktur militer Iran.





















