OpenAI Kembali Matikan GPT-4o Setelah Sempat Ditarik Kembali

AITeknologi
Views: 3

OpenAI kembali membuat keputusan kontroversial dengan secara resmi menghentikan GPT-4o pada Jumat lalu. Keputusan ini mengejutkan banyak penggemar setia model AI tersebut.

Padahal, pengumuman mengenai penghentian ini sudah disampaikan sejak dua minggu lalu. GPT-4o, bersama dengan model lain seperti GPT-4.1, GPT-4.1 mini, dan o4-mini, akan dihentikan pada 13 Februari.

Banyak pengguna yang merasa kecewa dengan keputusan ini. GPT-4o dikenal sebagai model AI yang sangat menyenangkan dan mudah berinteraksi.

Ini bukan pertama kalinya OpenAI menghentikan GPT-4o. Sebelumnya, model ini juga sempat dihentikan pada bulan Agustus lalu, bertepatan dengan peluncuran GPT-5.

Namun, penghentian tersebut memicu protes keras dari para pengguna. Beberapa merasa bahwa GPT-5 tidak memberikan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan GPT-4o.

Bahkan, ada juga pengguna yang merasa kehilangan koneksi emosional dengan model AI tersebut. Akibatnya, OpenAI akhirnya menarik kembali keputusan tersebut dan merilis ulang model-model yang sempat dihentikan, termasuk GPT-4o.

Bagi pengguna ChatGPT biasa, mungkin sulit memahami mengapa ada begitu banyak perhatian terhadap model-model tertentu. Mereka mungkin beranggapan bahwa versi terbaru selalu yang terbaik.

Namun, GPT-4o memiliki daya tarik tersendiri. Model ini dikenal karena kecenderungannya untuk memberikan afirmasi yang berlebihan, yang disukai oleh sebagian pengguna.

Di sisi lain, kritikus menuduh GPT-4o terlalu menyenangkan dan berpotensi menyebabkan masalah. Model ini bahkan menjadi pusat perhatian dalam tuntutan hukum yang menuduh ChatGPT memicu pemikiran delusional.

GPT-4o juga dituduh dalam beberapa kasus membantu pengguna melakukan tindakan berbahaya. Menurut TechCrunch, GPT-4o adalah model OpenAI dengan skor tertinggi dalam hal sikap menjilat.

Belum diketahui bagaimana OpenAI akan menghadapi potensi reaksi negatif dari para penggemar GPT-4o. Keputusan ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan.

Yang pasti, banyaknya orang yang merasa begitu terikat dengan model AI menunjukkan fenomena yang menarik untuk diamati. Hal ini mencerminkan bagaimana teknologi semakin memengaruhi kehidupan manusia.

Ziff Davis, perusahaan induk Mashable, telah mengajukan gugatan terhadap OpenAI pada April 2025, menuduh pelanggaran hak cipta dalam pelatihan dan pengoperasian sistem AI mereka.

Tags: AI, GPT-4o, OpenAI

You May Also Like

Awas! Ekstensi AI Palsu di Chrome Bisa Curi Data Pribadi
Israel Berencana Bangun Ribuan Rumah di Dekat Yerusalem, Picu Kecaman

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan