Donald Trump membuka peluang dialog dengan Kim Jong Un tanpa prasyarat. Pejabat Gedung Putih menyampaikan hal ini terkait pernyataan Kim soal hubungan bilateral.
Sikap pemerintahan Trump terhadap Korea Utara tidak berubah. Kim mengisyaratkan perbaikan hubungan jika AS tinggalkan kebijakan permusuhan.
Trump telah mengadakan tiga pertemuan puncak dengan Kim. Pertemuan tersebut menstabilkan Semenanjung Korea.
Kongres Partai Buruh Korea yang berlangsung selama sepekan telah berakhir. Kim menyatakan AS tidak berubah dalam memandang permusuhan terhadap Pyongyang.
Kim juga menyampaikan tidak ada alasan kedua negara tidak menjalin hubungan baik. Hal ini jika AS mengubah sikapnya.
Masa depan hubungan bilateral tergantung pada sikap pihak AS. Korea Utara ingin diakui sebagai negara pemilik senjata nuklir.
Korea Utara mendesak AS dan sekutunya mencabut sanksi ekonomi. Pada 2018, Trump menjadi presiden AS pertama yang bertemu pemimpin Korea Utara.
Trump berjabat tangan dengan Kim di Singapura. Keduanya sepakat denuklirisasi penuh Semenanjung Korea.
Trump menggelar dua putaran pembicaraan tambahan dengan Kim. Namun, kedua pihak pulang tanpa kesepakatan.
Korea Utara terus mengembangkan kemampuan rudal dan nuklirnya. Trump mengatakan memiliki hubungan baik dengan Kim.
Trump berharap dapat menghidupkan kembali diplomasi dengan Korea Utara. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, Trump jarang menyinggung Korea Utara.
Pada Selasa, Trump tidak menyebut Korea Utara dalam pidato Kenegaraan. Pidato ini merupakan yang pertama sejak kembali ke Gedung Putih.
Dikutip dari Kyodo-OANA.





















