Sekjen PBB: Serangan AS-Israel ke Iran Gagalkan Negosiasi Nuklir

BeritaInternasionalPolitik
Views: 7

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyatakan keprihatinannya atas serangan terhadap Iran. Ia menilai, serangan tersebut merusak peluang diplomasi dalam perundingan nuklir yang sedang berlangsung.

Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB di New York, terkait situasi di Iran.

Guterres menyoroti bahwa serangan AS-Israel terjadi setelah putaran ketiga perundingan tidak langsung antara AS dan Iran, yang difasilitasi oleh Oman.

“Saya sangat menyesalkan peluang diplomasi ini telah disia-siakan,” ujarnya, dikutip dari naskah pernyataan yang diterima di Jakarta, Minggu.

Ia juga menyinggung persiapan pembicaraan teknis di Wina, Austria, yang direncanakan pekan depan. Pembicaraan ini akan diikuti babak baru negosiasi politik antara AS dan Iran.

Sekjen PBB mendesak semua pihak untuk segera melakukan deeskalasi dan menghentikan permusuhan di Timur Tengah. Ia menekankan pentingnya kembali ke meja perundingan.

“Saya menyerukan deeskalasi dan penghentian permusuhan segera. Jika tidak, konflik yang lebih luas akan terjadi, dengan konsekuensi serius bagi warga sipil dan stabilitas kawasan,” tegas Guterres.

Ia menyerukan langkah-langkah untuk mencegah eskalasi lebih lanjut. Guterres mengaku telah menerima laporan komunikasi antara Presiden AS dan Menteri Luar Negeri Iran dengan mitra di Timur Tengah.

Sekjen PBB menyerukan semua anggota PBB untuk mematuhi hukum internasional, termasuk Piagam PBB. Ia menekankan perlindungan warga sipil sesuai hukum humaniter internasional dan jaminan keamanan nuklir.

Pada Sabtu pagi waktu setempat, AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran, termasuk Teheran. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa sipil.

Iran kemudian membalas dengan serangan rudal ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dikabarkan meninggal dunia akibat serangan rudal tersebut. Pemerintah Iran mengumumkan masa berkabung selama 40 hari dan libur kerja selama seminggu.

Presiden AS menyatakan bahwa perundingan dengan Iran “akan semakin mudah” setelah kematian Ali Khamenei.

Tags: Iran, Israel, PBB

You May Also Like

KBRI Teheran Minta WNI Waspadai Serangan AS-Israel
Satgas PRR Targetkan Nol Pengungsi di Tenda Sebelum Idul Fitri 2026

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan