Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) menargetkan tidak ada lagi pengungsi yang tinggal di tenda sebelum Hari Raya Idul Fitri tahun 2026.
Target ini merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana di wilayah terdampak.
Satgas PRR terus berupaya mempercepat pembangunan rumah layak huni bagi para pengungsi.
“Kami berkomitmen untuk memberikan tempat tinggal yang aman dan nyaman bagi seluruh pengungsi,” ujar juru bicara Satgas PRR.
Berbagai kendala di lapangan terus diatasi agar pembangunan berjalan lancar.
Koordinasi dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait terus ditingkatkan.
Partisipasi aktif masyarakat juga sangat dibutuhkan dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi ini.
Satgas PRR juga fokus pada pemulihan infrastruktur publik seperti jalan, jembatan, dan fasilitas umum lainnya.
“Kami berharap, dengan kerja keras bersama, target ini dapat tercapai,” lanjut juru bicara Satgas PRR.
Program pelatihan keterampilan juga diberikan kepada para pengungsi agar mereka dapat kembali produktif.
Dukungan psikososial juga menjadi perhatian utama untuk membantu memulihkan trauma pascabencana.
Satgas PRR terus memantau perkembangan di lapangan dan melakukan evaluasi secara berkala.
“Kami akan terus bekerja keras untuk mewujudkan pemulihan yang berkelanjutan,” pungkasnya. Seperti yang dilansir dari ANTARA News.





















