Nobar “Pesta Babi” Dibubarkan, Guntur Romli Pertanyakan Alasan

BeritaFilmNasional
Views: 7

Aparat TNI membubarkan kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter berjudul “Pesta Babi” di Ternate, Maluku Utara, pada Jumat (8/5/2026) malam.

Pembubaran tersebut dilakukan di Pendopo Benteng Oranje. Dandim 1501/Ternate, Letkol Inf Jani Setiadi, menyampaikan alasan pembubaran.

Menurutnya, film itu dinilai menuai banyak penolakan. Selain itu, sebagian masyarakat juga menganggap film tersebut bersifat provokatif.

“Pesta Babi” adalah film dokumenter investigatif. Film ini mengangkat kehidupan masyarakat adat Papua Selatan.

Masyarakat adat menghadapi tekanan akibat ekspansi proyek strategis nasional (PSN). Ini termasuk pembukaan lahan pangan dan industri bioenergi.

Film ini menampilkan kehidupan masyarakat adat di wilayah Merauke, Boven Digoel, dan Mappi, Papua Selatan.

Cerita dibuka dengan ritual adat. Ritual ini memperlihatkan simbol perlawanan terhadap pembukaan hutan dan proyek industri.

Film ini memperlihatkan dampak ekspansi lahan. Dampaknya meliputi hilangnya hutan adat dan ancaman sumber pangan.

Aktivis Mohamad Guntur Romli menyoroti penghentian pemutaran film ini. Pemutaran dihentikan di beberapa tempat.

“Aneh. Ada yang takut pada film. Ada yang terancam. Siapa dan mengapa?” tanya Guntur Romli di akun X-nya.

Menurut Guntur Romli, “Pesta Babi” adalah film dokumenter, bukan film horor atau porno, juga bukan film fiksi. Film itu merekam realitas di Papua.

“Ini adalah realitas yang berdarah-darah di tanah Papua. Tapi, mengapa kebenaran justru dianggap ancaman?” tanya Guntur Romli.

Seperti yang dilansir dari FAJAR.CO.ID, Jakarta.

Tags: Film, Guntur Romli, Papua

You May Also Like

Gus Miftah Geram dengan Tuduhan Amien Rais Soal Teddy dan Prabowo

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan