Sejumlah atlet dan ofisial dari negara-negara Timur Tengah tertahan di Indonesia.
Mereka tidak bisa pulang setelah mengikuti kejuaraan anggar di Jakarta.
Konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah menjadi penyebabnya.
PB IKASI melaporkan para atlet dan ofisial tidak bisa kembali ke negara asal.
“Jadwal kepulangan mereka hari Minggu,” kata Sekjen PB IKASI, Firtian Judiswandarta.
“Namun, mereka tidak bisa pulang karena tidak ada penerbangan,” lanjutnya.
Hal ini akibat dampak perang antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Para peserta yang tertahan terdiri dari 23 atlet Arab Saudi.
Selain itu, ada lima atlet dan ofisial dari Qatar.
Dua pejabat federasi anggar dari Irak dan Uzbekistan juga tertahan.
Mereka mengikuti Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026 di Jakarta.
Kejuaraan berlangsung dari 20 hingga 27 Februari di JICC Senayan.
Setelah kejuaraan, mereka berlibur sebelum kembali ke negara masing-masing.
Rencana kepulangan tidak berjalan lancar karena penutupan rute penerbangan.
Penutupan jalur udara akibat meningkatnya eskalasi konflik.
Serangan udara Israel dan Amerika Serikat ke Iran pada Sabtu (28/2) memperparah situasi.
PB IKASI juga menerima laporan terkait perangkat pertandingan.
Dua wasit asal Arab Saudi dan Iran tertahan di Doha.
Gangguan penerbangan memicu kondisi tersebut.
PB IKASI belum bisa memastikan kapan mereka bisa kembali ke negara asal.
Situasi keamanan dan penerbangan internasional masih belum stabil.
“Sepertinya mereka berada di Indonesia hingga perang usai,” kata Firtian.




















