Perkembangan Terbaru Konflik Rusia-Ukraina: Serangan, Sanksi, dan Ketegangan Diplomatik

BeritaInternasionalPolitik
Views: 5

Berikut adalah rangkuman peristiwa penting pada hari ke-1.461 perang Rusia di Ukraina.

Di Mykolaiv, Ukraina selatan, tujuh petugas polisi terluka akibat ledakan. Dua di antaranya mengalami luka serius. Kepala polisi nasional, Ivan Vyhivskyi, menyebut serangan itu disengaja.

Ledakan juga terjadi di kantor polisi Dnipro, merusak jendela dan perabotan. Tidak ada korban luka dilaporkan. Polisi belum memberikan komentar mengenai penyebab ledakan.

Drone Ukraina menyerang stasiun pompa Rusia yang memasok minyak ke Eropa Timur. Serangan menyebabkan kebakaran di stasiun Kaleykino dekat Almetyevsk.

Kanselir Jerman, Friedrich Merz, mengatakan bahwa perlawanan Ukraina lebih efektif dari perkiraan. Ia juga menambahkan ekonomi Rusia tertekan akibat sanksi dan perang.

Hungaria tetap memveto sanksi baru Uni Eropa terhadap Rusia dan pinjaman besar untuk Ukraina. Hal ini dipicu sengketa dengan Kyiv terkait pasokan minyak.

Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, menyerukan agar ultimatum Hungaria dan Slovakia ditujukan ke Kremlin. Ia menambahkan bahwa kedua negara tidak boleh menyandera seluruh Uni Eropa.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, menyatakan veto Hungaria sebagai kemunduran. Negara-negara Eropa belum dapat menyetujui paket sanksi ke-20 terhadap Rusia.

Presiden Dewan Eropa, Antonio Costa, mendesak Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban, untuk menghormati kesepakatan Uni Eropa terkait pinjaman 90 miliar euro ke Ukraina.

Mantan jenderal top Ukraina, Valerii Zaluzhnyi, yang kini menjabat sebagai duta besar untuk Inggris, menepis pertanyaan tentang ambisi presidennya sebagai “obrolan pub”.

Uni Eropa menjatuhkan sanksi pada delapan individu yang diduga melanggar hak asasi manusia dan merusak supremasi hukum di Rusia.

Zelenskyy menyatakan Kyiv siap membantu pembebasan tahanan politik Belarusia. Sebelumnya, Ukraina telah menerima tahanan yang dibebaskan melalui pertukaran yang ditengahi AS.

Korea Selatan meminta Kedutaan Besar Rusia di Seoul untuk menurunkan spanduk bertuliskan “Kemenangan akan menjadi milik kita”. Permintaan ini disampaikan menjelang peringatan keempat perang Moskow.

Slovakia menyatakan pengiriman minyak ke Ukraina akan dilanjutkan melalui jaringan pipa pada hari Rabu, 25 Februari.

Tags: Konflik, Rusia, Ukraina

You May Also Like

Yaqut: Kuota Haji Prioritaskan Keselamatan Jamaah
Inggris Kalahkan Pakistan di T20 World Cup Super Eight

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan