Media sosial tengah diramaikan dengan pencarian link video seorang guru bahasa Inggris. Kata kunci ini jadi trending usai potongan video wanita berseragam oranye beredar di TikTok dan X.
Cuplikan singkat itu membuat banyak warganet penasaran. Beberapa akun anonim ikut mengunggah ulang video dengan narasi sensasional.
Narasi itu seperti “full video tanpa sensor” hingga “link asli ada di bio”. Akibatnya, pencarian terkait video viral melonjak di berbagai platform.
Pakar keamanan digital mengingatkan ancaman serius di balik perburuan link. Tautan yang beredar diduga jebakan untuk mendatangkan klik.
Selain itu, tautan bisa menyebarkan malware, hingga mencuri data pribadi korban. Fenomena ini bukan hal baru, modusnya hampir sama.
Pengguna diarahkan ke situs tidak dikenal yang dipenuhi iklan. Ada juga pop-up mencurigakan, bahkan konten dewasa yang tidak relevan.
Tak sedikit tautan meminta pengguna mengunduh aplikasi tambahan. Atau, meminta memasukkan data pribadi. Langkah ini berisiko.
Hal ini bisa membuka celah pencurian akun hingga peretasan perangkat. Pakar keamanan siber mewanti-wanti pengguna.
“Tautan viral semacam ini sering dipakai sebagai media penyebaran malware dan phishing. Pengguna harus hati-hati,” ujarnya.
Ancaman yang mengintai bukan sekadar iklan yang mengganggu. Korban bisa kehilangan akses akun media sosial atau email.
Modus lain, pelaku membuat halaman login palsu yang mirip platform asli. Saat korban memasukkan data, langsung dikirim ke pelaku.
Fenomena ini memperlihatkan efek FOMO di media sosial. Banyak pengguna takut ketinggalan tren, langsung membuka tautan.
Masyarakat diminta lebih kritis sebelum percaya narasi bombastis. Apalagi, penyebaran video sensitif berpotensi melanggar privasi.





















