Serangan oleh pemukim Israel di Tepi Barat yang diduduki memaksa komunitas Palestina untuk meninggalkan wilayah yang dikenal sebagai Area C.
Kelompok hak asasi manusia melaporkan bahwa kekerasan harian menargetkan daerah pedesaan dan Bedouin, dengan sedikit perlindungan bagi warga Palestina.
Situasi ini semakin mempersempit ruang hidup bagi warga Palestina karena banyak keluarga terpaksa mengungsi dari rumah mereka.
Kekerasan yang meningkat ini menimbulkan kekhawatiran serius tentang masa depan komunitas Palestina di wilayah tersebut. Mereka kehilangan tempat tinggal karena serangan yang terencana.
Kejadian ini juga menyoroti perlunya perlindungan yang lebih baik bagi warga sipil di wilayah konflik dan mencari solusi damai untuk masalah ini.
Situasi ini mirip dengan konflik agraria yang terjadi di berbagai belahan dunia, di mana sengketa lahan dan sumber daya seringkali memicu kekerasan dan pengungsian.























