SpaceX mencatatkan pencapaian signifikan dengan melipatgandakan pendapatannya dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini sebagian besar didorong oleh pertumbuhan pesat layanan internet satelit Starlink dan kesepakatan penyewaan daya komputasi dengan raksasa teknologi seperti Anthropic dan Google. Informasi ini terungkap dalam laporan pendapatan kuartalan pertama perusahaan sejak resmi melantai di bursa saham pada bulan Juni lalu.
Secara keseluruhan, penjualan SpaceX melonjak dari $4 miliar pada kuartal kedua tahun 2025 menjadi $7,8 miliar pada kuartal kedua tahun 2026, mencerminkan kenaikan sebesar 92%. Kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ini datang dari divisi AI-nya, yang menyumbang hampir $2 miliar, sementara pendapatan Starlink juga mengalami peningkatan sebesar $1,7 miliar. Meskipun demikian, perusahaan masih mencatat kerugian sebesar $541 juta pada kuartal tersebut, namun angka ini menunjukkan perbaikan signifikan dibandingkan kerugian $1 miliar pada kuartal yang sama tahun sebelumnya. Perbaikan ini mengindikasikan efisiensi operasional yang lebih baik dan strategi monetisasi yang mulai membuahkan hasil, meski investasi besar masih terus dilakukan.
Bret Johnsen, Chief Financial Officer SpaceX, pada hari Selasa menyatakan bahwa SpaceX memiliki tambahan pendapatan layanan komputasi awan senilai $6,7 miliar yang telah dikontrak. Pendapatan ini akan mulai bertahap selama periode enam bulan, dimulai pada Oktober tahun ini. Johnsen juga optimis bahwa setelah sepenuhnya mengintegrasikan startup AI Cursor, perusahaan akan mencapai tingkat pendapatan tahunan berulang (ARR) sebesar $100 miliar pada akhir tahun ini. Sebagai perbandingan, pada tahun 2025, perusahaan melaporkan pendapatan sebesar $18,67 miliar. Proyeksi ambisius ini didasarkan pada sinergi yang diharapkan dari akuisisi Cursor, sebuah startup yang dikenal dengan teknologi AI inovatifnya yang dapat memperkuat kapabilitas komputasi dan layanan AI SpaceX.
Elon Musk, CEO SpaceX, bahkan menyampaikan keyakinan yang lebih kuat. Ia menegaskan, “Pencapaian ARR $100 miliar pada bulan Desember bukanlah pertanyaan. Itu yang akan kita capai jika kita pada dasarnya tidak melakukan apa-apa. Jadi saya pikir mungkin akan lebih tinggi dari itu. Mungkin memang akan lebih tinggi dari itu.” Pernyataan ini menunjukkan optimisme yang tinggi terhadap prospek keuangan perusahaan di masa mendatang, mencerminkan kepercayaan diri Musk terhadap posisi pasar dan inovasi teknologi SpaceX. Optimisme ini juga didukung oleh potensi pertumbuhan pasar AI dan konektivitas satelit yang masih sangat luas.
Setelah sukses melakukan penjualan obligasi pasca-IPO, SpaceX kini memiliki cadangan kas sebesar $100 miliar. Namun, perusahaan tidak berencana untuk mengurangi pengeluarannya. SpaceX melaporkan pengeluaran modal lebih dari $28 miliar selama paruh pertama tahun ini, meningkat tajam dari hanya $7 miliar pada enam bulan pertama tahun 2025. Investasi besar ini mengindikasikan komitmen perusahaan untuk terus mengembangkan teknologi dan layanannya, termasuk pengembangan roket Starship, konstelasi satelit Starlink generasi berikutnya, dan infrastruktur pusat data AI. Strategi ini menunjukkan bahwa SpaceX memprioritaskan pertumbuhan jangka panjang dan dominasi pasar dibandingkan dengan profitabilitas jangka pendek.
Laporan pendapatan kuartalan pertama SpaceX ini dirilis hampir dua bulan setelah perusahaan berhasil melaksanakan IPO terbesar dalam sejarah. SpaceX berhasil mengumpulkan lebih dari $85 miliar dan melantai di bursa dengan valuasi mencapai $1,75 triliun. IPO ini menandai tonggak sejarah penting bagi perusahaan yang dikenal dengan ambisi luar angkasanya, mengukuhkan posisinya sebagai salah satu perusahaan teknologi paling berharga di dunia. Keberhasilan IPO ini juga memberikan modal yang signifikan untuk membiayai proyek-proyek ambisius yang akan datang.
Kapitalisasi pasar perusahaan sempat meroket dalam beberapa hari pertama perdagangan, bahkan sempat melampaui Amazon dan hampir menyamai Microsoft. Namun, sejak saat itu, nilainya mengalami penurunan signifikan, berada di bawah harga IPO sebesar $135 per saham yang dilaporkan ditetapkan oleh Elon Musk sendiri. Saham SpaceX ditutup sedikit di atas $125 pada hari Selasa, namun anjlok sebanyak 8% dalam perdagangan setelah jam kerja. Fluktuasi ini wajar terjadi pada saham perusahaan teknologi besar pasca-IPO, di mana pasar menyesuaikan ekspektasi dengan kinerja riil dan prospek jangka panjang. Penurunan ini mungkin juga dipengaruhi oleh sentimen pasar yang lebih luas atau kekhawatiran terhadap persaingan yang meningkat di sektor luar angkasa dan AI.
Kedua kesepakatan komputasi dengan Anthropic dan Google diumumkan beberapa minggu sebelum IPO SpaceX dan menandai perubahan strategis besar bagi perusahaan. Divisi AI SpaceX, yang sebelumnya merupakan startup xAI milik Musk sebelum diintegrasikan ke dalam perusahaan roket, telah berupaya — namun mengalami kesulitan — untuk mengejar ketertinggalan dari laboratorium terkemuka seperti OpenAI dan Anthropic dalam menarik pelanggan. Perjuangan ini terjadi bersamaan dengan serangkaian skandal yang melibatkan chatbot Grok milik xAI, seperti saat bot tersebut menyebut dirinya sebagai “MechaHitler” atau menghasilkan materi pelecehan seksual anak. Integrasi xAI ke dalam SpaceX dan strategi monetisasi melalui penyewaan kapasitas komputasi adalah langkah cerdas untuk memanfaatkan aset yang sudah ada dan mengurangi risiko terkait pengembangan produk AI yang sensitif.
Perusahaan telah membangun dua pusat data di dan dekat Memphis, Tennessee, untuk melatih model xAI. Namun, alih-alih hanya digunakan untuk internal, sebagian besar kapasitas tersebut kini dialihkan untuk disewakan kepada pelanggan eksternal seperti Anthropic dan Google. “Pendapatan tambahan dari kesepakatan hosting baru menghasilkan margin EBITDA inkremental yang tinggi karena kami memonetisasi kapasitas komputasi yang tersedia,” kata Johnsen dalam konferensi pers pada hari Selasa, menjelaskan strategi baru perusahaan untuk memaksimalkan asetnya. Ini menunjukkan pivot strategis dari pengembangan produk AI langsung ke penyediaan infrastruktur AI, sebuah model bisnis yang lebih stabil dan menguntungkan di tengah persaingan ketat dalam pengembangan model bahasa besar.
Latar belakang kesepakatan ini menunjukkan bahwa SpaceX, di bawah kepemimpinan Elon Musk, tidak hanya berfokus pada eksplorasi ruang angkasa, tetapi juga agresif dalam mencari peluang bisnis baru di sektor teknologi tinggi lainnya. Keputusan untuk mengakuisisi xAI dan kemudian mengintegrasikannya ke dalam struktur SpaceX adalah langkah yang ambisius. Meskipun xAI menghadapi tantangan di awal, khususnya terkait kontroversi chatbot Grok, kemampuan SpaceX untuk mengubah tantangan ini menjadi peluang pendapatan melalui penyewaan infrastruktur komputasi menunjukkan fleksibilitas dan adaptabilitas perusahaan. Ini juga menandakan bahwa SpaceX memiliki visi jangka panjang untuk menjadi pemain kunci dalam ekosistem AI global, tidak hanya sebagai pengembang model tetapi juga sebagai penyedia daya komputasi fundamental.
Rekomendasi praktis bagi investor dan analis adalah untuk melihat lebih jauh dari fluktuasi harga saham jangka pendek. Fokus pada fundamental perusahaan, yaitu pertumbuhan Starlink yang konsisten, potensi besar dari pendapatan komputasi AI yang sudah dikontrak, dan investasi besar dalam R&D. Diversifikasi pendapatan SpaceX, dari peluncuran roket, internet satelit, hingga layanan komputasi AI, membuatnya lebih tangguh terhadap gejolak pasar di satu sektor. Investor juga perlu mempertimbangkan kemampuan eksekusi SpaceX dalam skala besar, yang telah terbukti dalam proyek-proyek kompleks seperti Starship dan Starlink. Pemantauan terhadap perkembangan regulasi di sektor luar angkasa dan AI juga penting, karena dapat mempengaruhi operasional dan prospek pertumbuhan perusahaan.
Dampak dari pencapaian ini sangat luas. Bagi SpaceX sendiri, peningkatan pendapatan yang signifikan dan cadangan kas yang besar akan mempercepat pengembangan proyek-proyek ambisius seperti kolonisasi Mars, pengembangan Starship, dan ekspansi Starlink ke wilayah-wilayah terpencil. Ini juga akan memperkuat posisi SpaceX sebagai pemimpin inovasi di sektor luar angkasa dan AI. Bagi industri AI, masuknya SpaceX sebagai penyedia infrastruktur komputasi akan meningkatkan persaingan dan mungkin menurunkan biaya komputasi, yang pada gilirannya dapat mempercepat inovasi di seluruh industri. Bagi konsumen, pertumbuhan Starlink berarti akses internet yang lebih luas dan cepat, terutama di daerah yang belum terlayani. Secara makroekonomi, keberhasilan SpaceX dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja, investasi dalam teknologi baru, dan peningkatan produktivitas. Ini juga menunjukkan bahwa investasi besar dalam teknologi canggih, meskipun berisiko, dapat menghasilkan pengembalian yang sangat besar jika dieksekusi dengan baik.





















